visa kerja untuk belajar di arab saudi

masih sama dengan tema artikel sebelumnya, yakni tentang studi di arab saudi. banyak diantara teman-teman yang bertanya tentang aplikasi visa kerja yang biasa digunakan sebagai sarana belajar warga negara asing di arab saudi.

Gambar

memang benar, kampus seperti ma’had harom di makkah dan madinah tidak mengeluarkan visa studi bagi mahasiswanya asing yang belajar di ma’had; begitupun juga dengan kampus lain seperti darul hadits al-khoiriyah dan shaulatiyah. lantas bagaimana?

visa kerja menjadi solusinya.

seperti yang telah bersama kita ketahui, sebagai warga sebuah negara kita tidak diperkenankan menyeberang ke negara lain tanpa mendapatkan izin dari negara yang kita kunjungi. maka yang kita perlukan adalah izin yang berupa visa.

sekilas akan saya ulang, terutama untuk adek-adek yang ingin belajar ke luar negeri sering belum bisa membedakan antara paspor, visa dan berkas lainnya.

paspor adalah identitas diri, dikeluarkan oleh negara asal. jika kita warga negara indonesia, maka yang mengeluarkan adalah kantor imigrasi republik indonesia.

paspor berbentuk buku saku, untuk kebutuhan biasa seperti haji, umroh atau sekedar untuk wisata paspor yang diterbitkan berisi 48 halaman dengan sampul berwarna hijau. adapun untuk pekerja, paspor berisi 24 halaman. anda dapat melihat prosedur pengurusan paspor kerja pada halaman berikut http://www.imigrasi.go.id/index.php/layanan-publik/paspor-biasa

pada beberapa daerah, kantor imigrasi untuk para pekerja dibedakan dari kantor imigrasi yang melayani kebutuhan lainnya. namun sebagian besar, masih bercampur.

Gambaruntuk mengetahui kantor imigrasi terdekat dari daerah anda, anda bisa mengecek langsuk pada halaman berikut http://www.imigrasi.go.id/index.php/hubungi-kami/kantor-imigrasi

sedangkan visa adalah, izin yang dikeluarkan negara yang akan kita kunjungi. diterbitkan oeh kedutaan besar negara tersebut setelah mendapat persetujuan dari kementerian terkait di negara tersebut.

jika paspor berbentuk buku, visa berbentuk stiker yang akan ditempelkan di halaman paspor kita. faham kan?

nah, yang akan kita bahas adalah bagaimana mendapatkan visa kerja untuk kebutuhan belajar anda. ini permasalahannya!

setelah pemerintah indonesia mengadakan moratorium dengan kerajaan arab saudi untuk tidak memberangkatkan TKI ke arab saudi, kini visa TKI semakin sulit didapat. jangankan mencari calon majikan yang baik, mencari orang saudi yang sanggup dijadikan majikan pun susah.

bagi seorang TKI biasa, mereka tentu tidak kerepotan mencari visa. kerena mereka hanya perlu datang ke PJTKI dan semua keperluan akan diuruskan oleh PJTKI tersebut. bahkan sampai KTP, KK, paspor semua mereka yang membuat tanpa harus sama dengan identitas asli yang mereka miliki. biasanya hanya perlu menunggu 1 pekan, maka pekerja tersebut bisa langsung berangkat ke negara tujuannya.

namun bagi pelajar tentu beda! kita tak hanya asal berangkat tak peduli apa pekerjaannya, di kota mana, tak peduli majikannya baik atau tidak. dan permasalahan lainnya. kita dituntut tahu sebelum berangkat ‘siapa majikan kita’, ‘apa pekerjaan kita’, ‘ di kota mana’, ‘apakah majikannya baik’ dll.

untuk apa kita harus tahu? tentu saja untuk dapat belajar.

jadi begini. ketika anda berhasil sampai disana seorang pelajar yang menggunakan visa TKI diharapkan tetap bisa belajar full layaknya pelajar lainnya. visa TKI hanya sebagai wasilah saja. kita membuat skenario seolah-olah kita ini pekerja dari si fulan orang arab, namun begitu sampai disana kita akan dibuatkan surat dari si (pura-pura) majikan tersebut menyatakan bahwa kita dibebaskan untuk belajar. bebas dari kerja.

bagaimana bisa begitu?

sekali lagi saya simulasikan dengan gambaran lebih jelas. misalkan saya orang asli arab saudi di daerah makkah, nama saya rafiq. sedangkan anda orang indonesia bernama ahmad. karena ahmad ini pengin belajar ke makkah menggunakan jalur visa kerja, maka ahmad sebelum berangkat membutuhkan seseorang yang akan menjadi majikannya (atau disebut kafil, orang yang bertanggung jawab).

sebelum ahmad berangkat ia tawar menawar dulu dengan saya. pastikan bahwa ketika ahmad sampai di makkah, ahmad tersebut saya bebaskan untuk belajar, tidak perlu kerja. ini yang penting, cukup bisa dipahami kan?

nah kalau sudah ada kesepakatan, kirimlah data anda kepada si calon majikan, dan mintalah si majikan tersebut untuk menguruskan visa kerja panggilan ke kementerian terkait di arab saudi. setelah ada visa panggilan, anda hanya perlu membawanya ke PJTKI dan semuanya akan diuruskan oleh mereka. itulah belajar menggunakan visa kerja.

lantas bagaimana tadi saya katakan susah mencari visa kerja?

pertama, sebenarnya moratorium yang dikeluarkan pemerintah RI tetap memungkinkan kita untuk mendapatkan visa kerja, asalkan kita sudah dapat kafil dan dia sudah mengirimkan visa panggilan (calling visa), maka tetaplah kita dapat berangkat walaupun agak susah.

tapi masalah keduanya adalah, pihak arab saudi sejak sya’ban 1434 H ini sedang ketat-ketatnya menyeleksi pekerja asing. seorang pekerja yang di arab saudi tertangkap tangan sedang bekerja pada orang lain selain majikan aslinya akan langsung dipenjara, dan majikan aslinya akan didenda sebesar 100.000 riyal.

kebijakan ini ditempuh mengingat saking araknya pekerja asing di arab saudi, dan berimbas pada banyaknya pemuda arab saudi yang menganggur.

lagi.. sekarang masalah ketiga. tidak semua orang arab dapat memanggil pekerja dari luar negeri. orang arab saudi yang dapat memanggil pekerja asing harus dihitung terlebih dahulu di kementerian terkait. disesuaikan dengan pekerjaan mereka, berapa pemasukan bulanan mereka, rekam jejak mereka dan lainnya.

seorang yang hanya bekerja sebagai pelayan toko dengan gaji kecil mustahil dapat memanggil pekerja asing sebagai sopir pribadi. lalu bagaimana dia akan memberinya gaji? begitupun dengan seorang yang pernah beberapa kali memiliki kasus dengan pekerjanya, maka dia tidak diperbolehkan mencari pekerja lagi. dikhawatirkan pekerjanya akan dianiaya lagi.

ini dulu yaa.. nanti kita lanjut lagi lain waktu..

kalau ada yang bertanya langsung aja isi kolom comment di bawah..

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.248 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: