RAMAI-RAMAI MEMBULLY AKTIVIS DAKWAH

antibullyinglogo3

Saat artikel tentang larangan mengkritik (bahkan ghibah) terhadap apa yang diperbuat oleh penguasa bertebaran di dunia maya. Eh justru sekarang tidak sedikit dari mad’u yang pindah melakukan ghibah terhadap asatidz aktivis dakwah, atau malah lebih dari itu sampai membully.

Tidakkah kita takut jika ummat ini kehilangan kepercayaannya terhadap para asatidz? Apa jadinya jika ummat ini tidak lagi menghormati penyeru dakwah, bukankah mereka adalah penyambung risalah para Nabi?

Mari kita jaga akhlaq sebagai thalibul ilmi. Jika apa yang kita sampaikan melalui tulisan di sosmed tak dapat mengubah ke arah yang lebih baik, untuk apa dilontarkan? apalagi jika hanya menambah kegaduhan, mempengaruhi orang yang diam agar mau ikut berbicara.

Sudahlaah.. Jangan kita tambah gaduh urusan ummat ini..
Lebih baik kalau pagi ini kita ngopi dan makan kebab, hehe

@rafiqjauhary

PERHATIKAN INI, JIKA ANDA SHALAT SUBUH HARI JUMAT DI MASJIDIL HARAM

128-manfaat-dan-keutamaan-shalat-dhuha-yang-perlu-diketahui

Oleh: @rafiqjauhary

Ada satu hal yang sering menjadi perbincangan jamaah haji dan jamaah umrah ketika mereka usai mengerjakan shalat subuh berjamaah di Masjidil Haram ataupun Masjid Nabawi di hari Jumat. Mereka mengira imam telah salah dalam memimpin shalat, bahkan di antara mereka ada yang mengira kalau di Tanah Suci shalat subuh dikerjakan sebanyak tiga rakaat.

Mengapa bisa demikian? Hal ini terjadi karena imam membaca surat Sajdah kemudian melanjutkannya dengan mengerjakan sujud tilawah di tengah-tengah bacaan surat, sehingga makmum yang belum pernah menjumpai sujud tilawah di tengah-tengah shalat pun mengira kalau imam telah salah dalam memimpin shalat berjamaah.

Tentang membaca surat Sajdah dalam shalat Subuh di hari Jumat, hal ini pernah dilakukan oleh Rasulullah Saw sebagaimana disampaikan oleh Abu Hurairah

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَقْرَأُ فِى الصُّبْحِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِ (الم تَنْزِيلُ) فِى الرَّكْعَةِ الأُولَى وَفِى الثَّانِيَةِ هَلْ أَتَى عَلَى الإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam biasa membaca pada shalat Shubuh di hari Jum’at “Alif Lamim Tanzil …” (surat As Sajdah) pada raka’at pertama dan “Hal ataa ‘alal insaani hiinum minad dahri lam yakun syai-am madzkura” (surat Al Insan) pada raka’at kedua.” (HR. Muslim no. 880).

Bahkan Imam Nawawi menjelaskan bahwa membaca surat Sajdah di shalat Subuh hari Jumat termasuk perbuatan yang sunnah dan di anjurkan dalam Madzhab Syafi’i.

Nah, lantas bagaimana jika kita menghadapi kondisi dimana imam membaca surat Sajdah?

  1. Sebagian besar imam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan mengumandangkan takbir untuk memberi komando sujud tilawah, begitupun ketika selesai sujud tilawah kemudian kembali berdiri.
  2. Sujud tilawah hanya dilakukan satu kali, adapun doa yang dibaca sama seperti sujud pada biasanya. Namun bisa juga dengan doa sebagaimana yang telah masyhur


    سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Sajada wajhi lilladzi khalaqahu, wa shawwarahu, wa syaqqa sam’ahu, wa basharahu. Tabarakallahu ahsanul khaliqiin.

“Wajahku bersujud kepada Penciptanya, yang Membentuknya, yang Membentuk pendengaran dan penglihatannya. Maha Suci Allah Sebaik-baik Pencipta” (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan An Nasai)

Setelah membaca tulisan ini semoga Anda tidak kaget dengan Sujud Tilawah yang dilakukan imam Masjidil Haram ataupun Masjid Nabawi, Anda juga dapat menyampaikan hal ini kepada kerabat Anda sesama jamaah haji dan umrah agar mereka mengetahui.

Namun perlu diingat, membaca surat Sajdah dalam shalat Subuh di hari Jumat bukanlah suatu hal yang wajib. Karenanya imam Masjidil Haram pun tidak melakukannya rutin setiap pekan.

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Rafiq Jauhary adalah pembimbing ibadah haji, umrah dan wisata halal. Dapatkan berbagai tips lainnya dari penulis di website http://www.rafiqjauhary.com

BAGAIMANA MEMBAWA OBAT-OBATAN DALAM PERJALANAN HAJI

oleh: @rafiqjauhary

Di antara jamaah banyak yang menanyakan hal ini, sayangnya para petugas yang umumnya baru pertama kali menjalankan ibadah haji belum bisa memberikan jawaban yang memuaskan kepada para jamaah atau juga keluarga jamaah yang membutuhkan kejelasan mengenai hal ini.

maxresdefault

haji indonesia

 

Berikut adalah kumpulan permasalahan mengenai bagaimana membawa obat-obatan dalam perjalanan haji.

  1. Mintalah duplikat resep kepada dokter yang memberikan obat, kemudian berikan resep tersebut kepada petugas kesehatan di embarkasi atau kepada dokter kloter (TKHI) agar dicantumkan dalam buku kesehatan haji.
  2. Pisahkan obat-obatan yang akan dikonsumsi dalam perjalanan dan yang tidak dikonsumsi dalam perjalanan.
  3. Obat-obatan yang akan dikonsumsi dalam perjalanan hendaknya dimasukkan dalam tas paspor, dan obat lain yang hanya dikonsumsi di Tanah Suci dapat dimasukkan dalam koper.
  4. Obat yang berbentuk cairan di atas 100 ml hendaknya dimasukkan dalam koper.
  5. Obat-obatan yang memerlukan pendingin (seperti insulin) boleh dibawa dengan termos obat dengan melaporkan kepada dokter kloter (TKHI).
  6. Dokter kloter (TKHI), dokter daerah (TKHD) dan dokter yang bertugas di Balai Pengobatan dibekali dengan obat yang cukup, karenanya jangan ragu untuk memintanya jika membutuhkan.
  7. Obat yang tidak dimiliki oleh dokter petugas dapat dibeli di apotek dengan membawa resep.

Nah, demikian adalah hal-hal yang perlu diketahui jamaah dan keluarga jamaah seputar membawa obat-obatan dalam perjalanan ibadah haji.

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Rafiq Jauhary adalah pembimbing ibadah haji, umrah dan wisata halal. Dapatkan berbagai tips lainnya dari penulis di website http://www.rafiqjauhary.com

ASYIKNYA BELAJAR FULL DAY DI INSAN CENDEKIA SUKOHARJO

aa

insan cendekia sukoharjo

Program full day school yang ditawarkan oleh Menteri Pendidikan Muhadjir Effendi belakangan ini menuai pro-kontra, dan itu sangat wajar terutama di kalangan masyarakat yang belum mengenal seperti apakah program full day. Nah, daripada kita disibukkan membahas opini masyarakat, lebih baik jika kita menengok seperti apa serunya kegiatan di sekolah SMP dan SMA Insan Cendekia Sukoharjo yang menerapkan program Fullday school.

Insan Cendekia Sukoharjo memiliki dua unit pendidikan SMP dan SMA yang masing-masing dari unit memiliki dua program; boarding school dan reguler full day school. Kedua program ini dapat dipilih bebas oleh murid ataupun walimurid, uniknya justru 70% dari murid sekolah memilih untuk tinggal di asrama.

Kedua program (full day dan boarding) memiliki kesamaan yakni mengikuti kegiatan belajar-mengajar terstruktur di dalam kelas dari pukul 07:00 hingga 15:00. Selanjutnya murid fullday akan kembali ke rumahnya, sedangkan murid boarding akan kembali ke asrama untuk melanjutkan kegiatan seru lainnya.

Bila banyak orang mengira kegiatan di asrama membosankan, di sekolah ini justru tingkat hunian asrama selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya, bahkan secara statistik membuktikan rata-rata murid yang tinggal di asrama lebih berprestasi dibanding yang non-asrama.

Semula beberapa guru mengira jika fenomena ini hanya terjadi di Insan Cendekia Sukoharjo; tetapi ketika melihat nilai integritas sekolah dari hasil UN 2015 lalu di Kabupaten Sukoharjo, sekolah full day berhasil mengantongi nilai lebih tinggi dibanding sekolah reguler yang memiliki jam belajar setengah hari.

Apakah belajar full day di Insan Cendekia membosankan? Oh tentu tidak, hal ini tidak lepas dari gaya mengajar para guru yang selalu mengundang antusias murid, ragam kegiatan yang menarik dan fasilitas sekolah yang memadai. Maka jika yang banyak dikhawatirkan masyarakat adalah banyaknya murid yang membolos, di sekolah ini kekhawatiran itu tidak terjadi.

Kegiatan Full Day pun menjadi lebih menyenangkan karena sekolah memiliki chef terlatih yang siap menghidangkan sajian makan siang lezat, halal dan tentu sehat. Kegiatan keagamaan dengan porsi 10 jam pun memiliki andil dalam pembentukan karakter dan akhlak murid, begitupun fasilitas olahraga, perpustakaan dan laboratorium yang terawat akan semakin membuat anak akrab dengan sumber ilmu pengetahuan.

Fenomena semakin berkurangnya peran TPQ dalam pembentukan akhlaq dan penanaman keimanan pun dapat digantikan oleh sekolah dengan pola yang lebih rapi. Pengawasan orang tua pun lebih ringan karena sekolah mengambil peran kegiatan di siang hingga sore hari sehingga tidak perlu khawatir dengan bahaya tawuran, narkoba, rokok, pergaulan bebas antar lawan jenis dan juga berbagai kekhawatiran lain yang banyak terjadi di siang hari.

Murid tetap enjoy, orang tua senang dan guru pun lebih terhormat.

Yuuk sekolah full day aja..

@rafiqjauhary

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Penulis adalah Wakil Kepala Sekolah SMP dan SMA Insan Cendekia Sukoharjo Bagian Imtaq dan Keasramaan

PETUGAS HAJI PUN TIDAK BOLEH SEMBARANG MENGGELEDAH BARANG MILIK JAMAAH

633501661koper

Oleh: @rafiqjauhary

Sebuah kejadian pada musim haji 2015 pernah saya alami, ketika itu saya sedang memimpin jamaah haji dari KBIH Al-Ittihaad Kab. Magelang dengan membawa hampir 150 jamaah.

Bermula dari banyaknya laporan mengenai jamaah haji yang pulang dengan memasukkan air zamzam di dalam koper bahkan menurut penuturan petugas haji Indonesia yang bertugas di bandara, perbuatan itu membuat sebuah penerbangan ditunda karena harus mengeluarkan sekian banyak koper yang berizi zamzam.

Dari kejadian itulah kemudian kloter 22 yang kami ikuti harus digeledah satu-persatu di hotel sebelum diangkut menuju ke bandara.

Dalam artikel sebelumnya https://rafiqjauhary.com/2016/08/13/bolehkah-membawa-cairan-zamzam-dalam-penerbangan-haji/ telah saya utarakan bahwa dalam penerbangan apapun (termasuk penerbangan haji) para penumpang tidak diperbolehkan memasukkan cairan lebih dari 100 ml ke dalam koper. Nah, yang menjadi permasalahan selanjutnya adalah, bolehkah petugas haji menggeledah koper milik jamaah satu-persatu untuk memastikan tidak adanya air zamzam dalam koper jamaah? Simak cerita berikut.

Ketika seluruh koper jamaah haji kloter 22 yang kami ikuti sejumlah 380 buah disiapkan di lobby hotel, diumumkanlah berita bahwa seluruh jamaah harus bersiap di lobby untuk menunjukkan isi kopernya kepada dua petugas yang disiapkan. Petugas diberi kewenangan untuk membuka paksa koper yang tidak dibukakan oleh pemiliknya, dan jika pemiliknya tidak mengizinkan untuk membuka maka koper tersebut tidak akan diangkut pulang ke Indonesia.

Penggeledahan pun dimulai dari pukul 07:30, dan hingga adzan dhuhur berkumandang belum ada 40% koper yang selesai diperiksa; sementara para jamaah sudah kelelahan menunggu di lobby.

Kesal dengan buruknya pelayanan, saya pun mencoba mengadukan kepada ketua sektor meminta agar pemeriksaan dipersingkat atau menambah petugas yang memeriksa. Namun keluhan saya dan beberapa ketua rombongan lain tidak ditanggapi dengan bijak.

Karena saya kenal dekat dengan ketua maktab (maktab adalah perusahaan Arab Saudi yang ditunjuk oleh Kementerian Haji Arab Saudi sebagai penanggung jawab dari lebih kurang 3000-an jamaah), kebetulan ketua maktab saya adalah seorang warga negara Arab Saudi berdarah Jambi Indonesia dan berprofesi sebagai pilot, saya pun mengadukan mengenai penggeledahan ini melalui telepon.

Maka seketika itu ketua maktab menghubungi ketua sektor dan meminta agar penggeledahan dihentikan, lebih kurang seperti ini percakapan keduanya yang saya dengar.

Ka Maktab: “Jangan ajari saya tentang aturan penerbangan internasional, saya pilot dan anak saya pun pilot. Saya tahu setiap koper tidak boleh berisi cairan di atas 100 ml, tapi kamu tidak boleh menggeledah koper milik penumpang maskapai satu persatu.”

Ka Sektor: “Tapi kloter sebelumnya ditunda kepulangannya karena ada banyak yang membawa zamzam dalam koper.”

Ka Maktab: “Kalau kamu ingin mengeluarkan zamzam, kamu harus ambil water detector. Hanya koper yang terdeteksi berisi air saja yang boleh dibuka.”

Ka Sektor: “Tapi ini resmi perintah dari Pemerintah Indonesia. Dan saya ketua sektor.”

Ka Maktab: “Kalau kamu ingin menjalankan aturan Indonesia, silakan jalankan di Indonesia. Tapi ingat, sekarang kamu berada di Arab Saudi, dan disini ada aturan yang tidak boleh dilanggar. Saya akan segera kirim anak buah saya untuk mengawasi. Kalau kamu masih ingin melanjutkan penggeledahan dan menelantarkan jamaah saya di Lobby, akan saya panggilkan polisi.”

Maka penggeledahan pun dihentikan, dan lebih kurang 200 koper yang tersisa langsung ditimbang dan diangkut ke atas truk tanpa digeledah isinya.

Memang benar apa yang disampaikan ketua maktab, petugas haji Indonesia pun tidak bisa semena-mena menggeledah barang milik jamaah tanpa ada bukti kalau mereka membawa zamzam. Apalagi penggeledahan dilakukan di lobby hotel, menelantarkan ratusan jamaah dan menjadi tontonan puluhan ribu jamaah yang tinggal di hotel tersebut sebagai shock therapy agar jamaah lainnya pun ketakutan. Hal ini sangatlah jauh dari adab petugas yang memiliki semboyan memuliakan jamaah haji sebagai Tamu Allah.

Nah, jika Anda menghadapi kasus seperti ini Ketua Maktab adalah tempat berlindung yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan jamaah tanpa harus demonstrasi atau adu jotos dengan petugas seperti yang pernah terjadi hampir setiap tahun.

 

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Rafiq Jauhary adalah pembimbing ibadah haji, umrah dan wisata halal. Dapatkan berbagai tips lainnya dari penulis di website www.rafiqjauhary.com

3 APLIKASI ANDROID YANG HARUS DIMILIKI JAMAAH HAJI

Oleh @rafiqjauhary

Seiring berkembangnya teknologi informasi (utamanya smartphone), maka muncullah berbagai aplikasi yang ditujukan untuk memudahkan para jamaah haji baik untuk beribadah maupun kegiatan lainnya di Tanah Suci. Dari ratusan aplikasi yang tersedia dalam Google Play, kami memilih tiga aplikasi utama yang memiliki fitur terbaik

  1. Haji Pintar

Pengembang: Kementerian Agama RI

aplikasi1

Download: https://play.google.com/store/apps/details?id=kemenag.vodanet.sra.haji.pintar

Aplikasi Haji Pintar yang dirilis oleh Kementerian Agama memiliki berbagai fitur unggulan ssebagaimana berikut:

  • Cek keberangkatan haji berdasarkan nomor porsi
  • Jadwal Penerbangan haji reguler
  • Daftar akomodasi selama di Makkah dan Madinah dilengkapi dengan foto, identitas hotel hingga peta yang connect ke Google Maps
  • Doa-doa manasik
  • Informasi kesehatan berupa tulisan mengenai pencegahan suatu penyakit hingga letak Rumah Sakit terdekat yang connect ke Google Maps
  • Standar konsumsi yang diterima jamaah, berisi standar pelayanan dan menu makan
  • Bus Shalawat
  • Daftar Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus
  • SMS center dan Whatsapp
  • Tracking letak jmaah dan petugas
  • Informasi lain
  • Suhu udara Makkah dan Madinah

Aplikasi ini banyak memuat data-data penting yang resmi dirilis oleh Kementerian Agama dan dapat dipertanggung jawabkan kevalidannya.

 

  1. AlMaqsad – AlHaram Navigation

Pengembang: NaviBees

aplikasi2

Download: http://play.google.com/store/apps/details?id=com.navibees.alharam

Aplikasi Almaqsad sangat simpel, ringan didownload namun sangat dibutuhkan oleh para jamaah karena berisi banyak informasi penting di sekitar Masjidil Haram. Setelah menginstall aplikasi ini letak jamaah akan terlacak melalui GPS dan dapat mengetahui segala hal di sekitar Masjidil Haram mulai dari letak eskalator, letak toilet, arah menuju ke Ka’bah atau arah keluar dari masjid. Semuanya akan terlihat di smartphone dengan jelas dengan pengantar bahasa arab dan inggris.

 

  1. المطوف الحج والعمرة والزيارة

Pengembang: Madar Software

aplikasi3

Download: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.madar

Karena aplikasi ini baru dirilis dengan fitur bahasa Arab, setidaknya para pembimbinglah yang harus memilikinya. Dalam aplikasi ini selain berisi tentang panduan manasik haji dan umrah, ziyarah, peta, pengingat hitungan thawaf dan sai, informasi jenazah, jadwal waktu shalat, informasi kesehatan, juga yang tak kalah pentingnya adalah informasi kepadatan mathaf (area thawaf), mas’a (area sa’i) dan jamarat. Dalam aplikasi ini diketahui secara rinci informasi kepadatan setiap lantainya sehingga akan memudahkan jamaah yang akan memulai thawaf, sai atau melempar jamrah agar menuju ke lantai bangunan yang masih sepi.

 

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Rafiq Jauhary adalah pembimbing ibadah haji, umrah dan wisata halal. Dapatkan berbagai tips lainnya dari penulis di website http://www.rafiqjauhary.com

BOLEHKAH MEMBAWA CAIRAN / ZAMZAM DALAM PENERBANGAN HAJI

water_bottle

Oleh @rafiqjauhary

Sebagai pembimbing haji, umrah dan wisata halal saya memiliki banyak pengalaman menaiki berbagai maskapai dan singgah di beberapa bandara, termasuk juga menaiki penerbangan haji reguler. Jika berbicara mengenai membawa cairan dalam penerbangan, harus diakui bandara Indonesia termasuk yang paling ketat.

Pada penerbangan reguler di bandara-bandara Indonesia, dalam penerbangan domestik seorang penumpang masih diperbolehkan membawa ke dalam kabin cairan lebih dari 100 ml (misalkan minuman atau cairan tidak berbahaya lainnya), namun pada penerbangan internasional sebelum masuk ke ruang tunggu setiap penumpang akan melewati security check yang akan menyeleksi cairan di atas 100 ml untuk tidak dibawa dalam penerbangan.

Sekalipun setiap jamaah haji akan mendapatkan jatah 5 liter air zamzam, namun akan selalu ada jamaah yang ingin membawa tambahan. Nah, kita akan berbicara mengenai bagaimana cara membawanya tanpa harus menyalahi prosedur dan membahayakan  penerbangan.

Pertama, bedakan antara barang yang akan dimasukkan dalam bagasi pesawat dan barang yang dibawa ke atas kabin pesawat. Koper jamaah haji akan dimasukkan dalam bagasi, sedangkan tas tenteng dan tas paspor akan masuk ke dalam kabin bersama dengan penumpang.

Kedua, dalam penerbangan manapun tidak diperbolehkan membawa cairan lebih dari 100 ml dalam koper. Hendaknya aturan ini ditaati dan tidak membawa zamzam tambahan dalam koper sekalipun telah ditutup rapat menggunakan teknik apapun, karena ini adalah pelanggaran.

Ketiga, jika memang akan membawa air zamzam tambahan maka masih ada peluang membawanya bersama dengan tas tenteng dan tas paspor ke atas kabin (bukan dalam koper). Nah bagaimana membawanya? Berikut tips dari saya

Petugas haji Indonesia dapat dipastikan akan melarang setiap jamaah membawa air zamzam tambahan dalam kemasan apapun dan dibawa dengan cara apapun. Entah apakah ini karena ketidak tahuan mereka tentang aturan bandara di Arab Saudi, sebatas menjalankan perintah atasan atau ada sebab lain.

Bandara di Arab Saudi sebagaimana mayoritas bandara-bandara lainnya di dunia memperbolehkan penumpang membawa minuman ke dalam kabin, karenanya para jamaah haji dan juga jamaah umrah tidak akan dilarang membawa air zamzam ke dalam kabin baik di bandara King Abdul Aziz Jeddah maupun Prince Muhammad bin Abdul Aziz di Madinah.

Namun petugas Indonesia akan tetap melarangnya dengan sangat keras, baik ketika jamaah masih berada di hotel, lebih lagi para petugas Indonesia yang berjaga di Airport. Lantas bagaimana?

Petugas Indonesia tidak dibekali dengan water detector, oleh karenanya mereka tidak akan mengetahui air zamzam yang dibawa jamaah dalam tas tenteng. Mereka hanya akan menakut-nakuti seperti “Jamaah yang masih membawa air zamzam harap segera ditinggal, jika masih nekat membawa sampai masuk dalam bandara maka tidak akan diberangkatkan pulang ke Indonesia” tentu saja perkataan itu konyol sekali, tidak akan penumpang gagal berangkat hanya karena zamzam.

Maka bersikaplah bijak. Bawalah air zamzam secukupnya satu atau dua botol air mineral kemasan 600 ml, dan jangan terlalu banyak. Masukkan air zamzam yang telah Anda siapkan ke dalam tas tenteng, tidak perlu memprofokasi jamaah lain untuk ikut membawa zamzam dan tidak perlu menunjukkan kepada petugas Indonesia tentang air zamzamnya yang disimpan dalam tas tenteng.

Jika ada petugas Indonesia yang mengetahuinya kemudian melarang, maka sampaikan secara bijak akan aturan bandara di Arab Saudi yang memperbolehkan penumpang membawa minuman ke atas kabin. Jika tetap dilarang maka cobalah untuk menyampaikan “nanti saya akan melapor kepada petugas security check bandara kalau saya membawa air zamzam, mereka pasti memperbolehkan”

Tetapi jika tetap dilarang, jangan memberontak. Lebih baik minumlah air zamzam itu di tempat dan tinggalkan botolnya di tong sampah.

Berikut di atas adalah tips membawa air zamzam dalam penerbangan haji. Saya doakan semoga perjalanan Anda lancar, ibadahnya hajinya mabrur dan diberi kemudahan membawa air zamzam mengingat keutamaannya yang disepakati oleh para ulama.

 

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Rafiq Jauhary adalah pembimbing ibadah haji, umrah dan wisata halal. Dapatkan berbagai tips lainnya dari penulis di website http://www.rafiqjauhary.com