berangkat untuk menjadi ksatria


Genderang perang telah lama terdengar, namun ummat lebih memilih menjadi pesakitan dibanding menjadi ksatria.

Tentu anda pernah mendengar istilah Ghozwul Fikri bukan? Tapi, apa peran anda dalam peperangan ini?

Mudah saja. Ketika di televisi disiarkan tentang kekerasan dalam rumah tangga, secara otomatis anda akan membahasnya dalam setiap ronda malam, atau dalam acara yasinan, juga dalam singkatnya belanja pagi di sebuah warung, bahkan ketika menunggu iqomah dalam masjid. Begitu juga ketika Manohara naik daun, isu kesetaraan gender diangkat publik, dan ujung-ujungnya pluralitas. Semuanya tertata rapi, halus. Sedikit demi sedikit memasuki pemikiran kita.

Yang demikian itu sangat tersepelekan, bahkan lebih pada setuju. Berbeda ketika capres dan cawapres berebut prestasi, anda dan kita semua akan maklum dan sama-sama paham. “Itu hanya trik mereka menawarkan diri”. Namun mengapa anda tidak berkata ‘trik’ pada masalah pemelencengan Islam.

Okkey, satu lagi. Ambalat. Manohara. Pemerkosaan, penyiksaan, pembunuhan TKI. Berada dalam satu alur. Dalam alur berbeda menunjukkan Indonesia adalah negara kuat yang tidak lagi butuh belas-kasih negara lain, swadaya beras, pendidikan gratis, peringkat ketiga setelah China dan India, dan telah berani mengusir kapal perang Malaysia.

Apakah anda tidak berfikir ini adalah sandiwara media? Dan ujung-ujungnya rengganglah persaudaraan antara muslim Indonesia dan Malaysia, dan berlanjut pada nasionalisme, bukan pada ukhuwah islamiyah.

Berangkatlah untuk menjadi ksatria…

Tidakkah anda muak dengan pemainan dunia ini, dan tidakkah anda ingat akan kekalnya alam akhirat? Ingat kawan, Indonesia tidak mempunyai surga. Dan hanya Allah-lah yang berkuasa.

Sebuah keseimbangan yang harmonis; karena selain menciptakan surga, Allah juga menciptakan neraka.

berangkatlah engkau kawan, untuk menjadi ksatria; ksatria Allah yang tidak takut dengan para Thoghut. Serukan kebenaran, dengan apa yang engkau mampu.

Iklan

One Reply to “berangkat untuk menjadi ksatria”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s