kita bukan lagi anak kecil


Masa remaja adalah bagian dari umur manusia yang dianggap paling mengesankan. Masa pertumbuhan, kata guru biologi. Masa puberitas, kata pemakalah dalam seminar remaja. Masa disaat tumbuhnya benih-benih cinta, kata penyair. Namun, ustadz berkata: “masa disaat setiap perbuatan akan dimintai pertanggung jawabannya dihadapan Allah”. Itu semua berjalan dalam satu waktu.

Patutnya kita bersyukur dapat dipertemukan Allah di masa indah penuh tantangan ini.

Kata para tetua “cah enom saiki wis ora koyo mbiyen” (anak muda jaman sekarang sudah tidak seperti jaman dahulu lagi). Mari bersama-sama kita telisik.

Sesekali, janganlah terus-terusan kita menutup mata dan telinga kita. tidakkah kita rasakan pergaulan diantara kita para remaja telah begitu gelap. Persaingan dalam memperebutkan pacar, begadang semalaman hanya untuk beberapa batang rokok dan layar computer di sebuah ruangan game online, studio musik, juga tidak sedikit yang sengaja menyiksa dirinya dengan narkoba.

Jika seperti itu makna remaja, sebenarnya masa remaja adalah masa yang paling rusak, paling gelap dibandingkan masa-masa yang lain; masa anak-anak, dan masa tua.

Cobalah kita lihat, status facebook teman-teman kita, apa status yang mereka tulis? Nasehat, konsultasi pelajaran sekolah, atau sekedar silaturohim. Tidak akan anda temui itu lebih dari 10%. Kebanyakan dari teman-teman kita hanya membuang rupiah demi rupiah dari pulsa handphone-nya untuk sebuah status “I love you” atau justru sebuah umpatan yang tidak jelas maknanya.

Suatu hal yang aneh. Bagaimana bisa muncul kebiasaan seperti itu padahal hadits Nabi telah menjelaskan, jaminan surga untuk pemuda yang hatinya bergantung pada masjid. Disamping itu Allah juga telah memperingatkan, akan ada pertanyaan khusus di hari akhir nanti yang dilontarkan untuk masa muda, “dengan apa mengisi masa muda?”

Teman, sebagaimana kalian. Umur saya (penulis) tidak lebih dari kalian, saya adalah anak kecil berumur 19 tahun. Saya juga pernah hidup dalam lingkungan anak muda yang penuh permainan. indah memang terasa, mengisi waktu dengan tawa.

Tapi (tidak berlebihan), saya takut. Saya takut jika dimasa mudaku Allah akan mengambilku. Saya takut jika saya diberi umur panjang, kelak masa tuaku hanya saya isi dengan penyesalan.

Teman, tidakkah kalian merasakannya? Apakah kalian merasa Allah tidak berkuasa atas diri kalian?

Tidak teman, Allah berkuasa atas segala makhluqnya. Termasuk yang masih berumur belasan.

Allah dapat memberi sakit, senang, sedih, juga mati. Bahkan engkau tidak akan pernah bisa mengedipkan mata kecuali dengan Kehendak Allah. Waktu berjalan begitu cepat, semakin lama kita menjauh dari Allah, semakin jauh kita dari surga. Semakin mendekat kita kepada yang Maha memberi rizki (Allah) semakin dekat pula kita kepadaNya, bahkan Allah akan mendekat pula kepada kita.

Iklan

4 Replies to “kita bukan lagi anak kecil”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s