halaqoh tahfidz ala saudi


belum genap satu bulan saya bergabung di sebuah halaqoh tahfidz. sebuah perkumpulan untuk siapa saja yang hendak menghafalkan al-quran.

di saudi halaqoh bertebaran hampir di setiap masjid. mulai dari halaqoh ‘ilmi sampe halaqoh tahfidz. dan pastinya semuanya terdata di server pusat di riyadh. biasa, dakwah di saudi ketat. katanya sih supaya terkontrol dan yang berbau ‘irhaby’ nggak kebahian jalan. laa haula walaa quwwata illa billaah

yup, kembali ke halaqoh. bisa dipastikan 99% dari pengikut halaqoh adalah anak-anak SD, atau agak naik dikit SMP lah. itupun sedikit. jadi, tentu saja si rafiq menjadi satu-satunya yang paling ganteng dan paling gede (maklum, lulusan SMA).

malu, atau perasaan-perasaan lain terus saya jumpai. inilah salah satu sebab mengapa saya tidak kunjung ikut halaqoh walau sudah berbulan-bulan tinggal di saudi. yaiyalah, masak gede sendiri. ustadznya aja kalo ketemu cuma mesam-mesem (senyum-senyum) aja. 🙂

nasehat dari para ustadz dan juga teman terus masuk, saya ingat salah seorang teman saya berkata “tahfidz tuh emang sulit, tapi harus bisa”. tuh kan maksa banget. hehe

sambil menutup muka biar nggak malu, setelah ashar saya langsung aja nemui ustadz di halaqoh tahfidz. dia juga menjadi imam masjid, namanya ibrahim. karena dia berdarah burma, biasa akrab dipanggil syaikh ibrohim al-barmawi.

sedikit perkenalan, tanya ini itu. akhirnya saya terdaftar sebagai murid di halaqoh tahfidz. dengan PeDe saya bercerita kalau dulou pernah menghafal 6 juz, dan kemudian di sambut dengan kata “ahsanta” (baguus).

hari pertama nyetor hafalan, 8 halaman dari juz pertama tanpa ada hambatan. kemudian sebagai konsekuensi karena mengaku pernah menghafal 6 juz, saya dibebani muroja’ah.

otomatis kerjaan dobel-dobel. ya hafalin ayat-ayat baru, trus muroja’ah. biasanya 2 halaman aja.

semakin lama hafalan semakin bertambah, alhasil muroja’ah pun ditambah. komposisi di setiap setoran harian adalah. hafalan baru, muroja’ah yang pernah dihafalin dulu 2 halaman. trus muroja’ah ayat-ayat yang baru dihafalin.

satu hal yang asyik, muroja’ah selalu dengan acak. pak ustadz membaca ayat sekian, kemudian kita teruskan. ditambah ayat sekian lagi, kita lanjutkan lagi. awalnya sih berat. tapi sekarang alhamdulillah lancar-lancar aja.

nice activity.. 😀

ketika hari-hari biasa tahfidz pun berjalan biasa. nahh, tiap ketemu hari ahad pasti ketar-ketir. hafalan menjadi semakin bertumpuk karena syaikh lain ditempat saya belajar meminta supaya menghafalkan matan syair rumus faroidh dari kitab rohabiyah.

nyut-nyut-nyut. bener-bener maknyus, hari berjalan seakan sangat bermakna, tiada waktu anda temui selain dikantong saya ada al-quran atau kitab rohabiyah.

Iklan

11 Replies to “halaqoh tahfidz ala saudi”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s