kalau anakku jadi penyanyi, tak sembelih..!


penyanyi
penyanyi

ngeri membaca judulnya.hehehe 🙂

bukan hanya sebuah trik menggaet pembaca, kalimat itu benar-benar pernah terlontar dari mulut ayah saya. walaupun entah, apakah kalimat itu benar akan dilakukan jika anaknya menjadi penyanyi kelak.

ketika itu ayah saya mengkisahkan sedikit tentang kakek saya yang dikenal sangat pemberani. seorang komandan pasukan jihad dalam perlawanan terhadap belanda, berkali-kali kakek saya menyembelih leher penjajah di hadapan masyarakat. pribadinya keras dalam memegang prinsip, tajam dalam berfikir dan seorang yang sangat mengerti akan nilai sebuah waktu. tak akan pernah terlihat dalam kekosongannya kecuali buku ada ditangannya.

ayah saya bercerita, “dulu kakekmu pernah berkata: ‘kalo anakku ada yang jadi penyanyi, akan aku sembelih dia‘ ” kurang lebih, begitulah maknanya.

saya yakin kalimat ini terlontar dari mulut ayah saya sengaja untuk menanamkan sebuah prinsip “jangan jadi penyanyi, atau nasib seperti itu akan menimpamu” (ya, gak sampe gitu lah) 😀

ya, memang aneh jika anda menilai dan anda bandingkan dengan pendidikan orang tua yang berkembang sekarang dimana orang tua memberi kebebasan sepenuhnya kepada anak. sedikit mengarah kan, dan menghindari perkataan “jangan” kepada anak. tapi, bukan seperti itu dengan orang tua mendidik saya.

saya yakin, kalimat itu terlontar untuk mendidik supaya anak-anaknya tidak dekat dengan segala sesuatu yang berbau nyanyian. dan alhamdulillah, tidak seorang pun dari keluarga saya yang menjadi pecandu berat musik, atau menjadi penyanyi.

saking menghindari sebuah nyanyian, sampai saat ini pun saya tak tertarik dengan apapun bentuk nyanyian. baik itu yang konon dibilang nasyid islami sampai yang menggunakan alat-alat macem-macem.

musyari rosyid masih eksis sebagai pelantun murottal al-quran nomer wahid bagi saya. jika anda masih suka dengan nyanyian, cobalah beralih ke bacaan murottal al-quran. ada nuansa lain akan anda rasakan.

Iklan

8 Replies to “kalau anakku jadi penyanyi, tak sembelih..!”

  1. sesungguhnya setiap sesuatu yang diciptakan-Nya tiada ada yang sia-sia!
    Kalau dengan nyanyian bisa lebih mendekatkan diri kepada-Nya gimana mas?
    Saya rasa dalam setiap karya manusia ada unsur religiositas yang dapat mendorong hamba-Nya untuk lebih mengenal-Nya, pripun?

    1. ya, tentu setiap sesuatu keputusan dan tindakan berpotensi untuk mendekatkan kepadaNya.. bahkan baru2 ini yg ngetren “mengenal tuhan lewat seks” apa bisa dibenarkan??
      ketika segalanya merasa benar, sikap lebih bijaksana adalah mendekat dengan Allah lewat apa yang diajakrkan Allah.. dan segala yang dibenciNya, dihindari dan ditinggalkan…

  2. halo apa khbr pak @Rafiq !, saya tersenyum baca tulisan diatas, hihihihi. iya emang begitulah ortu kita.

    ada tulisan saya yg terbaru lg, boleh deh mampir utk membaca ya pak !, salam kekeluargaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s