ibarat memegang bara api


bara api
bara api

agak susah saya memulai tulisan ini. karena tulisan ini adalah lanjutan chat bersama kawan yang terpaksa harus terpotong. sengaja saya share lanjutan chat ini, selain untuk kawan saya, juga saya hadiahkan kepada pengunjung blog saya. 🙂

teringat ayah saya pernah berkata. agar bara api yang panas dan begitu mengganggu tidak menjadi berkepanjangan, sebuah tindakan berani dan pengorbanan pun harus dijalankan.

saya akan ajak anda berimajinasi. anggap saja dihadapan anda ada segenggam bara api yang merah menganga. membiarkannya berarti mengganggu aktifitas anda dan itu sangat menyakitkan, karena bara api trus mengganggu dan beberapa kali melukai anggota badan anda.

disekeliling anda tidak anda temui suatu apapun yang dapat membantu mematikan bara yang tak kunjung padam. semakin lama, bara api semakin menganga dan semakin mengganggu. semakin sulit pula mematikannya. disaat seperti inilah sebuah kecerdasan dan keberanian dibutuhkan.

genggamlah bara api itu kuat-kuat” seperti itu ayah saya mengajarkan

saya tahu itu akan sakit, dan pasti sangat menyakitkan. mengakibatkan kulit terluka dan anggota badan lain sedikit terganggu aktifitasnya.

tapi cobalah lihat dari hasil perbuatan nekat ini. sebuah bara api yang begitu mengganggu, menyakitkan dan semakin membesar akan padam dengan sedikit mengorbankan luka.

agak tragis memang, namun ini akan banyak membantu kegiatan anda kedepan yang membutuhkan konsentrasi, keteguhan dan cekatan. namun bayangkan jika bara api itu terus membesar, dan terus mengganggu dan menyakiti kita. tak banyak yang bisa kita perbuat dan tiada lagi prestasi yang akan banyak terukir.

untuk pembaca, pengorbanan itu adalah suatu rangkaian kehidupan yang tak bisa kita lepas. melepaskannya sama artinya melepas arti sebuah kehidupan, karena tanpa pengorbanan tak akan ada buah yang bisa dipetik.

untuk kawanku, keluhanmu biarlah kamu keluarkan sepuas-puasmu. agak sakit memang terasa, namun kemudian kamu akan bangkit dan terbebas darinya. selamat menghadapi sebuah bagian dari ujian kehidupan, sahhalallahu umurokum, Allahul musta’an. 🙂

Iklan

5 Replies to “ibarat memegang bara api”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s