beberapa adab di jalanan


Oleh: rafiq jauhary

عن أبي سعيد الخدري قال: قال رسول الله : إياكم والجلوس على الطرقات. فقالوا: ما لنا بد إنما هي مجالسنا نتحدث فيها. قال: فإذا أبيتم إلا المجالس فأعطوا الطريق حقه .قالوا: وما حق الطريق؟ قال: غض البصر، وكف الأذى، ورد السلام، وأمر بالمعروف، ونهي عن المنكر- رواه البخاري

Dari Abu Said Al-Khudhri berkata: telah bersabda Rasulullah SAW: “janganlah kalian duduk di jalanan”. Mereka berkata: kami herus seperti ini karena ini adalah tempat kami. Rasulullah bersabda: “jika demikian maka berilah jalan hak-haknya”. Mereka bertanya: maka apa hak jalan?. Rasulullah bersabda: “1.) menjaga pandangan. 2.) menghindarkan bahaya. 3.) menjawab salam. 4.) amar makruf dan nahi munkar (HR Bukhori)

1. Menjaga Pandangan

Menjaga pandangan adalah syariat umum untuk laki-laki dan perempuan tanpa terkecuali. Yang perlu dijaga dari pandangan adalah hal-hal yang munkar, dan lebih dikhususkan melihat aurot lelaki atau perempuan.

قال جرير بن عبدالله رضي الله عنه: سألت رسول الله عن نظر الفجأة فأمرني أن أصرف بصري – رواه مسلم

Jarir bin Abdullah berkata: “aku bertanya kepada Rasulullah tentang pandangan yang tidak sengaja, maka beliau memerintahkanku untuk segera mengalihkan pandangan. (HR Muslim)

2. Menghindarkan Bahaya

رواه عبدالله بن عمرو، أن النبي قال: المسلم من سَلِم المسلمون من لسانه ويده

Abdullah bin ‘Amr meriwayatkan hadits dari Nabi SAW, beliau bersabda: seorang muslim adalah yang menjaga muslim lainnya dari lisan dan tangannya (HR Bukhori dan Muslim)

3. Menjawab Salam

حديث أبي هريرة رضي الله عنه, قال رسول الله: خمس تجب للمسلم على أخيه: رد السلام، وتشميت العاطس، وإجابة الدعوة، وعيادة المريض، واتباع الجنائز- رواه البخاري ومسلم

Hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “lima kewajiban seorang muslim atas saudaranya: 1.) Menjawab salam; 2.) Mendoakan orang bersin; 3.) Menghadiri undngan; 4.) Menjenguk orang sakit; 5.) Mengantarkan jenazah”. (HR Bukhori dan Muslim)

4. Amar Makruf Nahi Munkar

Perintah amar makruf nahi munkar mutlaq berlaku bagi setiap muslim, dan karena hal ini lah umat islam menjadi khoiru ummah.

كُنتُم خَيرَ أُمَّةٍ أُخرِجَت لِلنَّاسِ تَأمُرُونَ بِالمَعرُوفِ وَتَنهَونَ عَنِ المُنكَرِ وَتُؤمِنُونَ بِاللهِ – آل عمران: 110

110. Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (ali-imron 110)

قال أبو سعيد الخدري رضي الله عنه: سمعت رسول الله يقول: من رأى منكم منكراً فليغيره بيده، فإن لم يستطع فبلسانه، فإن لم يستطع فبقلبه، وذلك أضعف الإيمان- رواه مسلم

Dari Abu Said Al-Khudhri berkata: aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “barang siapa diantara kalian melihat perkara munkar, hendaklah merubahnya dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya, jika tidak mampu maka dengan hatinya; dan itulah selemah-lemah keimanan (HR Muslim)

5. Memberi Petunjuk

Hadits seperti yang disebutkan dalam permulaan tulisan ini adalah jalur periwayatan dari Imam Bukhori, namun Abu Dawud dalam ‘kitab sunan’-nya menambahkan lafadz

في قصة الذين سألوا النبي عن حق الطريق قال: وإرشاد السبيل- رواه أبو داود

Dalam hadits kisah seorang yang bertanya tentang hak jalan, Rasulullah SAW menambahkan: “dan menunjukkan jalan” (HR Abu Dawud)

Hal diatas dikuatkan dengan hadits riwayat Abu Hurairah, bahwa memberi petunjuk adalah bagian dari shodaqoh

حديث أبي هريرة قال: قال رسول الله: ودلُّ الطريق صدقة- رواه البخاري

hadits dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah SAW bersabda: “memberi petunjuk jalan adalah bagian dari shodaqoh. (HR Bukhori)

6. Mendahulukan Laki-laki dari perempuan

Inilah bentuk emansipasi dalam Islam yaitu menghormati perempuan agar tidak terjadi fitnah jika keduanya harus bercampur dalam satu jalan. Atau juga agar laki-laki tidak rusak pandangannya jika harus berada dibelakang perempuan. Karena Bani Israil pun hancur disebabkan karena fitnah perempuan.

فعن أبي أسيد الأنصاري أنه سمع رسول الله يقول وهو خارج من المسجد، فأختلط الرجال مع النساء في الطريق، فقال رسول الله للنساء: استأخرن فإنه ليس لكنّ أن تحققن الطريق، عليكُنّ بحافات الطريق فكانت المرأة تلتصق بالجدار حتى إن ثوبها ليتعلق بالجدار…رواه أبو داود

Dari Abu Usaid Al-Anshori, bahwasannya dia mendengar Rasulullah SAW ketika beliau keluar dari masjid dan mendapati para lelaki bercampur jalannya dengan perempuan, beliau bersabda: “akhirkanlah wahai perempuan, sesungguhnya bukan hak kalian berada di tengah jalan, hendaklah kalian di tepian (mengakhirkan)” maka kemudian mereka menempel dinding, sampai pakaiannya pun menempel dinding… (HR Abu Daud)

7. Menuntun Seorang Yang Lemah atau Membawakan Bawaannya

Dan diantara bagian hak jalan yang merupakan amalan sunnah adalah menuntun / memapah seorang yang lemah ketika hendak menaiki kendarraannya, dan membantunya membawakan barang bawaan.

فعن أبي هريرة عن النبي قال: كل سُلامى عليه صدقة، كل يوم، يعين الرجل في دابته يحامله عليها أو يرفع عليها متاعه صدقة. رواه البخاري، ولفظ مسلم: فتحمله عليها

Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW beliau bersabda: “setiap ruas dalam tubuh ada shodaqohnya, setiap hari; diantara bagian shodaqoh adalah membantu seorang beserta barang bawaannya menaiki kendaran atau mengangkatnya” (HR Bukhori). (pada riwayat Muslim ditambahkan: “membawakannya”)

Iklan

One Reply to “beberapa adab di jalanan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s