kangen makkah


Gambar

 

saya rasa banyak teman-teman disini yang mengerti mengapa kalimat tersebut saya pilih untuk dijadikan sebagai judul dalam tulisan ini.

ya, sudah lebih dari 1,5 tahun saya meninggalkan kota makkah setelah sebelumnya sempat mengenyam pendidikan formal dan non formal di kota para nabi tersebut. dahulu harapan saya untuk dapat mempelajari islam langsung dari para pakar / syaikh sangat membuncah. ibarat seorang anak kecil yang rindu bertemu ibunya, anda tahu bagaimana rasanya.

berbagai macam cara saya tempuh untuk mendapatkannya. tak hanya waktu, tenaga, bahkan tabungan pun harus banyak terkuras untuk mengharap pertemuan dengan sang ibu. ya makkah juga dijuluki sebagai “ummul quro” induknya negeri.

begitu usaha tersebut saya dapat, ‘bangga’ dan ‘bahagia’ adalah hal pertama yang saya rasakan. kebahagiaan seorang anak dapat bertemu dengan sang ibu. bahagia sekalii, sebuah kebahagiaan yang memenuhi seluruh isi hati. kebahagiaan yang membuat saya enggan untuk melepaskannya.

namun ini serasa tak mungkin, tak mungkin rasanya jika saya terus menerus akan tinggal di bumi para nabi ini. saya sangat menyadari hal ini.

Ya Alloh ijinkanlah aku kembali tinggal di makkah barang sesaat..

————————–

mekso banget postingnya.. keliatan banget lagi males nulis, tapi kasian liat blog kok udah lama banget g diurus

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s