dengarkan kokokan ayam


Ayam berkokok
Ayam berkokok

dalam menulis sebuah tulisan, baik buku maupun artikel lepas, saya terbiasa menulisnya secara langsung dengan memaparkan apa gagasan saya. barulah jika tulisan tersebut sudah selesai, saya akan menempelkan sebuah foto sebagai pelengkapnya. namun artikel ini berbeda, karena saya menyusunnya dengan cara menempelkan sebuah gambar dan  barulah memberi sebuah tulisan di bawahnya.

sebenarnya ini bukanlah sebuah hal yang ‘penting-penting amat’ untuk dibahas, namun saya hanya ingin menyampaikan bahwa tulisan ini saya buat dengan cara yang tidak seperti biasanya.

“trus ngapa?”

“yaa, nggak apa-apa. cuma ngasih tau aja, hehehe”

bukan karena saya adalah seorang pecinta ayam, peternak atau kolektor. memang ketika kecil dulu, ayah saya pernah memelihara ayam pedaging berjumlah ribuan ekor, kemudian juga memiliki kandang kecil di belakang rumah untuk sekedar memelihara ayam bangkok. namun, sejatinya saya tidak terlalu enjoy dengan ternak ayam. lalu mengapa menulis tulisan ini?

ya, tulisan ini saya berikan judul dengan tema kokokan ayam bukanlah karena ada hal yang istimewa dengan ayamnya. namun lebih pada menerangkan bahwa ayam jantan akan berkokok lebih banyak pada pagi dini hari. karenanya, jika saya mengatakan “dengarkan kokokan ayam” ini artinya saya mengajak anda untuk tidak tidur di pagi hari dan memanfaatkannya dengan kegiatan yang bermanfaat. karena kalau anda tidur, maka anda tidak akan mendengar kokokan ayam ini. hehehe

sudahlah… biarkan ayam itu berkokok, tapi saya hanya ingin sedikit berbagi cerita tentang kehebatan waktu di pagi hari.

kita semua merasakan bahwa dalam sehari kita hidup dalam waktu 24 jam, diantaranya adalah waktu pagi. waktu ini akan terus kita temui setiap harinya, kecuali orang yang terbiasa tidur di pagi hari lah yang tak menemuinya.

bagi saya, pagi hari adalah waktu istimewa, tapi bukan berarti waktu lainnya tidak istimewa lhoo..

saya pun bersyukur memiliki orang tua yang selalu mengenalkan saya pada keindahan waktu pagi, orang tua saya melarang seluruh anak-anaknya untuk tidur pagi setelah subuh. memangnya kenapa? entah, dahulu saya tidak paham, hanya mengikuti peraturan itu saja tanpa banyak tanya. begitupun ketika saya berumur 12 tahun dan meninggalkan keluarga untuk belajar di pesantren. disana pun tidur pagi adalah sebuah hal yang tabu dan telarang.

saya masih ingat, dahulu saya memiliki kakak kelas yang dipercaya menjadi pembina kamar. ketika itu saya masih kelas 1 MTs, sedangkan beliau sudah di ujung kelas 3 Madrasah Aliyah. saya sebut saja, namanya kak marten yusuf yang berasal dari bengkulu. beliau sebagai pembina kamar tegas sekali melarang adik-adik kelasnya tidur di waktu pagi. bahkan jika ngeyel, beliau tidak akan sungkan untuk menggyur mukanya dengan segayung air. (alhamdulillah, karena terbiasa tidak tidur di waktu pagi sejak kecil, saya tidak pernah menjadi korban guyuran air)

dalam novel ketika cinta bertasbih jilid 2, kang abik (penulis) pun menjelaskan bahwa anna althafun nisa pun sejak kecil telah terbiasa mengenal waktu pagi sebelum subuh, ayahnya yang mengajarkannya. dia pun mengatakan bahwa selalu ada sensasi tersendiri yang dirasakan setiap pagi.

baru-baru ini ketika saya membuka video syaikh fahd al-kandari yang meliput kegiatan pondok-pondok pesantren penghafal al-quran, semua pesantren menerapkan waktu pagi sebagai waktunya menghafal al-quran. bahkan beliau menegaskan “waktu fajar adalah waktunya untuk qur’an”

saya setuju dengan itu semua, bahwa pagi hari adalah waktu paling fresh untuk berkarya.

hanya saja yang membuat saya heran, mengapa banyak orang memilih belajar, menggarap tugas dan lainnya justru di waktu malam menjelang tidur. agi saya, ini adalah pola kerja yang tidak sehat.

lihat saja, baik dari golongan kecil (anak-anak sekolah), atau menengah (mahasiswa), atau bahkan golongan dewasa (pegawai), mereka semua mengenal istilah lembur di waktu malam. ya, mereka semua lembur ketika mengerjakan tugas atau belajar menghadapi ujian justru memanfaatkan waktu malam, bahkan hingga lewat tengah malam. saya kerap bertanya-tanya, “apa sih enaknya belajar malam?”

lebih lagi sering orang-orang yang lembur mengerjakan sesuatu, mereka justru melewatkan waktu pagi. tidak sholat shubuh, atau juga ada yang bangun untuk shubuh dan melanjutkan tidur lagi sampai jam tujuh atau lewat. ketika ditanya “mengapa tidur pagi?” dia akan menjawab “karena malam harinya lembur”

seolah ketika mendengar jawaban itu saya ingin menyalahkannya, tapi apalah daya.

ini adalah tulisan lepas, sengaja saya tidak menambahkan sebuah ayat atau hadits sebagaimana biasanya. hanya sebuah ungkapan hati, mengajak teman-teman untuk lebih memanfaatkan waktu pagi. karena waktu pagi itu istimewa. dan kebiasaan lembur itu adalah pola kerja yang tidak sehat. jika anda ingin kerja lembur ketika menggarap tugas atau belajar. maka pilihlah waktu pagi. bangunlah beberapa saat sebelum subuh, dan nikmati kokokan ayam.

selamat beraktifitas..

oiya, hampir seluruh orang besar memanfaatkan waktu pagi dengan aktifitas yang produktif..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s