Beribadah Haji di bawah Ancaman ‘deportasi’


Yang paling ketar-ketir dalam pelakasanaan haji tahun ini adalah para ‘mukimin’, baik yang dipercaya menjadi muthawif dalam sebuah PT Travel maupun yang menjalankannya sendiri dengan berjalan kaki.

Kerajaan Arab Saudi dalam satu tahun terakhir ini semakin mengetatkan pemeriksaan kepada para imgran yang ‘overstay’ di Arab Saudi dan kemudian kerap dikatakan sebagai imigran gelap / ilegal. Sebabnya adalah karena banyaknya tindak kriminal yang dilakukan oleh para imigran gelap yang tak terkontrol dan juga tingkat pengangguran di kalangan pemuda Arab Saudi yang semakin menumpuk.

Tak terhitung sudah ratusan ribu warga negara indonesia yang dideportasi dari Arab Saudi karena ‘overstay’ ini. Rata-rata mereka adalah pekerja dan sebagian diantaranya adalah pelajar yang menggunakan visa kerjanya untuk belajar di beberapa perguruan tinggi.

Sekalipun telah diberikan banyak kesempatan untuk mengurus ‘pemutihan’ atas status mereka, namun pengurusannya yang dapat dibilang sangat rumit membuat banyak pekerja memilih untuk pulang kampung melalui jalur deportasi. Kementerian dalam negeri Kerajaan Arab Saudi kabarnya memberikan batas akhir pemutihan hingga bulan Muharam 1435 H, ini artinya pada Dzulhijjah 1434 H ini mereka semua sedang bekerja keras mencari overstayer sebanyak-banyaknya sehingga di tahun 1435 H nanti negara mereka telah bebas dari para imigran gelap.

Pemburuan para overstayer ini tak hanya berlangsung di tempat tertentu saja, bahkan di musim haji seperti ini pun telah disediakan banyak mobil yang membawa para petugas lengkan dengan peralatan sidik jarinya guna memproses data overstayer agar lekas di deportasi. Berikut adalah gambarnya yang saya peroleh dari akun facebook milik salah satu mahasiswa Umm Al Qura University.

mobil imigrasi pembawa rekam sidik jari
mobil imigrasi pembawa rekam sidik jari

Jika tahun ini Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi berhasil memulangkan banyak overstayer maka dapat dipastikan perjalanan ibadah haji anda di tahun depan akan mendapati banyak hal berbeda. Diantaranya adalah:

  • Tidak akan ada banyak penjaja makanan di emperan jalan seperti yang biasa dilakukan oleh para TKI
  • Komposisi PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) di Arab Saudi dari kalangan TKI akan banyak berkurang
  • Penyedia layanan Dam / Hadyu dari kalangan mukimin (baik pelajar maupun pekerja) akan banyak berkurang
  • Muthawif yang biasa melayani, membantu dan mengarahkan para jamaah haji akan banyak berkurang
  • Perusahaan Catering untuk para jamaah haji dan umrah akan kesulitan mencari tenaga memasak, dan menyajikan
  • Hotel akan banyak kesulitan mencari House Keeping

dan masih banyak perbedaan lainnya. Namun untuk anda para jamaah haji dan umrah, sekalipun akan banyak kendala yang dihadapi janganlah takut dan gundah karena insya Allah di tahun depan saya akan telah menerbitkan sebuah buku yang akan menjadi pegangan anda di Tanah SUci dan mengajari anda segala hal yang perlu anda ketahui.

Ditunggu yaa… penulisan buku telah selesai, saat ini sedang dalam tahap tawar menawar dengan pihak penerbit. rencananya sih akan saya berikan judul “menjadi muthawif anda di tanah suci”

Iklan

One Reply to “Beribadah Haji di bawah Ancaman ‘deportasi’”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s