Syarat Menjadi Seorang Pendidik Adalah


pendidik
pendidik

baru saja saya membuka slide materi kuliah Dr. Achmad Dardiri (FIP UNY) tahun 2005/2006
ada keterangan menarik dari beliau di akhir slide, beliau menerangkan syarat menjadi seorang pendidik adalah:

1. Merasa terpanggil sebagai tugas suci
– ini sudah tentu, kalau menjadi pendidik kok masih selalu berhitung dengan hal materialistis, jiwa pendidiknya tidak akan baik.. ini juga tentu berkaitan dengan dunia pendidikan baik itu sekolah, pondok pesantren, madrasah atau universitas, (please deh) jangan materialistis.. kalau mereka mampu menunjukkan kualitasnya baik, insya Allah peserta didik tuh tahu diri kok, bakal ngasih berapapun yang dimau asalkan anaknya dididik dengan baik.. para ustadz juga bisa belajar dari sini, jangan materialistis, jangan menyulitkan masyarakat yang ingin belajar dengan ‘memasang tarif’ terlalu tinggi..

2. mencintai dan mengasih sayangi peserta didik
– apa jadinya jika pendidik tidak sayang dengan peserta didiknya? pendidikan nggak akan sukses. maka didiklah dengan penuh kasih sayang, kalau perlu dituntun, jangan ogah-ogahan untuk menuntunnya.. kalau perlu diberi motivasi, ya dikasih motivasi.. kalau perlu dikasih hadiah, kasihlah hadiah.. dan kalau salah, dikasih hukuman yang mendidik..

3. Mempunyai rasa tanggung jawab yang didasari penuh akan tugasnya
– banyak lho pendidik yang lepas tanggung jawab terhadap apa yang disampaikannya, lihat aja berapa banyak buku yang menuliskan kata-kata ‘penulis tidak bertanggung jawab atas muatan isi buku’ atau ‘tidak bertanggung jawab atas efek yang timbul’ dan lainnya.. ini kan pendidik yang bertanggung jawab.. kudune pendidik tuh ya bertanggung jawab atas apa yang disampaikannya dan sebisa mungkin bertanggung jawab atas akhlaq peseta didiknya.. ingat, ini pendidikan, bukan sebatas pengajaran.. tujuan pendidikan itu menaikkan taraf hidup, akhlaq, budi pekerti, pengetahuan dll..

4. memiliki pengetahuan lebih
– jangan mentang-mentang sudah rampung SMA kemudian merasa berhak untuk mengajar SMA, tanpa mau belajar lagi.. bukan sebatas selangkah lebih pandai dari peserta didiknya.. tapi dua langkah, tiga langkah atau sepuluh langkah di depan peserta didik.. pendidik juga kudu belajar, bahkan porsi belajar bagi pendidik seharusnya lebih besar dibanding peserta didiknya

5. mengimplisitkan nilai dalam pengetahuannya
– pendidikan itu bukan sebatas apa yang tertulis dalam buku, namun juga apa yang tertanam dalam jiwa, apa yang tampak dari perilaku, itu yang lebih penting dari sebuah pendidikan.. dan pendidik adalah seorang yang bertanggung jawab atas terwujudnya hal itu

6. bersedia menularkan pengetahuan beserta nilainya kepada orang lain
– nah.. ini nih.. pendidik itu kudu punya jiwa berbagi, nggak pelit..

dan ini adalah wujud saya dalam berbagi pengetahuan dan juga nilainya, semoga bermanfaat.. semoga kita semua bisa menjadi pendidik yang baik, menjadi seorang pendidik yang memiliki investasi pahala terus mengalir.. amiin

referensi:
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Prof.%20Dr.%20Achmad%20Dardiri,%20M.Hum./handout%20-%20ILMU%20PENDIDIKAN.pdf

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s