Sikap Dokter yang Mengecewakan


dokter
dokter

Lihatlah gambar di atas, ini adalah gambaran beberapa dokter ketika melakukan unjuk rasa. Mereka mengecam rekannya sesama dokter yang dipermasalahkan padahal (menurut mereka) tindakan itu sudah sesuai prosedur yang berlaku. Sayangnya, apa yang dilakukan para dokter ini berupa unjuk rasa dan mogok praktik dikecam oleh masyarakat, dikatakannya dokter sebagai manusia yang sok sempurna sehingga tidak terima jika ada salah satu dokter pun yang dikriminalkan (ada yang menyebutnya “bahkan bayangannya pun tak boleh terinjak”), atau masyarakat yang mengatakan bahwa tindakan para dokter ini sangat arogan dan berbagai macam komentar lainnya.

Menurut saya (waduh, udah berlagak seperti pakar apa aaja) mengapa banyak masyarakat mendadak berlaku sangat kecewa dengan sikap para #dokter manakala mereka berbuat suatu perbuatan kesalahan?

Karena masyarakat masih memandang bahwa profesi dokter tuh mulia, dokter juga dianggap sebagai profesi yang elit, memiliki kedisiplinan tinggi, kode etik yang mengikat baik dan SOP yang lebih rapi dibanding profesi lainnya.

Coba bandingkan saja dengan profesi lain, sekalipun banyak teknisi yang sering disebut (maaf) ikut kongkalikong dalam korupsi pengerjaan proyek jalan/bangunan, tapi mereka jarang sekali disikapi kecewa oleh masyarakat..

Bandingkan pula dengan ekonom (baik itu akuntan, praktisi pajak atau bankir), ketika mereka berbuat perbuatan keliru, jarang masyarakat mengecamnya… Bandingkan pula dengan sejarawan, dengan seniman, dengan designer, dengan sastrawan, dengan petani, dengan politisi. Kesalahan mereka seolah sudah dianggap terlalu maklum..

Dokter, Guru / Dosen, Ustadz / Kyai setidaknya di mata saya lebih mulia. Masyarakat pun saya kira sependapat…

Kalau tak percaya, lihat saja di masyarakat anda, siapa yang dianggap sebagai ‘tokoh masyarakat’?.. Pasti diantaranya ada dari kalangan guru / dosen, ustadz / kyai, juga dokter bahkan mereka mendominasi..

Maka teguhlah wahai dokter, mereka mengecam anda memang karena anda masih dianggap istimewa.. Namun jangan menyombongkan diri, tapi interospeksilah. Jangan gusar dan juga jangan ikut2 berbuat arogan layaknya orang tak berpendidikan..

*saya menulis ini juga dengan harapan, “kali aja habis bikin statemen gini langsung ada mbak dokter yang ngirim inbox, hehehe..” #becanda

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s