Eastparc Hotel Yogyakarta: Hotel Berbintang Lima Tanpa Alkohol


Bismillah, saya menuliskan review ini setelah malam lalu kami sekeluarga besar Bani Mahfudz diundang dalam acara syukuran peresmian hotel oleh salah satu pemegang saham sekaligus Direktur Eastparc Hotel Yogyakarta Bpk Muhammad Anwar Karim.

Setelah 10 harian sebelumnya undangan telah kami terima, akhirnya pada hari selasa, 7 Januari 2014 sore hari kami tiba di Eastparc Hotel. Begitu tiba di muka hotel dan mempersilakan orang tua saya untuk masuk ke Lobby, saya bersama adik kemudian memarkirkan mobil di basement.

Tempat Parkir

Kesan saya begitu pertama masuk ke Tempat Parkir, saya merasakan layaknya sedang berada di sebuah pusat perbelanjaan. Lahan parkir yang luas sangat nyaman untuk memarkirkan mobil tanpa khawatir tidak mendapatkan tempat untuk mengistirahatkan kendaraan.

Lobby

Dari Basement tamu bisa naik ke Lobby melewati tangga manual atau langsung menggunakan Lift. Namun saat itu (karena malu bertanya) saya justru keluar lagi melalui jalur mobil dan masuk ke Lobby dari arah luar, hehe.

Setiba di Lobby saya langsung diterima oleh keluarga Bpk Muhammad Anwar Karim (selanjutnya agar lebih mudah akan saya panggil “mas Karim” aja). Tak hanya mas karim, tapi disana sudah ada istrinya (mbak Salma), dan juga adik iparnya (mbak Zizah). Kalau diurutkan, hubungan saya dengan mbak salma masih sepupu, bapak saya adalah adik dari bapaknya mbak salma. sudah paham kan? intinya saya diundang bukan sebagai reviewer professional, juga bukan sebagai tokoh masyarakat. Tapi karena hubungan saudara aja. hehehe.

Kami duduk di Lobby sekedar untuk ngobrol sesaat, sambil ditemani dengan segelas minuman dingin. Duduk dalam satu kursi, saat itu mas karim sedikit menceritakan tentang hotelnya yang baru diresmikan akhir 2013. hotel ini seluruh sahamnya dipegang oleh orang muslim, diantaranya adalah seorang warga negara singapura keturunan arab. pengelolaan hotel ini pun tidak diserahkan kepada manajemen hotel seperti aston, horison atau lainnya, namun dikelola sendiri sehingga kebijakannya pun mudah untuk diatur. sekalipun belum melihat sudut lainnya dari hotel ini (karena masih ngobrol) saya langsung memberi jempol dari tampilan Lobby yang besar, bersih, berkarpet dan juga diiringi alunan musik perlahan tanpa mengganggu obrolan hangat kami.

Jika anda masuk dari pintu utama, Receptionist ada di sisi kiri. Namun karena kami adalah tamu ‘terhormat’, tentu kami tidak perlu berurusan dengan receptionist karena kunci kamar dan lainnya sudah di bawa oleh Mr. Director, hehe.

Masih di lantai yang sama di sebelah kanan dari pintu utama akan langsung terlihat Smoking Room, Tangga memutar dari Basement hingga ke Lantai 3 (dari tower pertama), juga Lift yang tepat berada di sampingnya. sementara di sisi kiri dari receptionist terdapat sebuah jalan menuju toilet dan juga ada sebuah pintu yang menghubungkan ke Restoran Verandah. Selebihnya akan saya jelaskan nanti.

Kamar-kamar

Setelah ngobrol santai di Lobby, kami pun langsung diantar menuju kamar yang letaknya di lantai 5, ketika itu saya bersama adik saya menempati kamar 515. Begitu masuk (sebelum kamar tampak berantakan) saya langsung mengarahkan kamera Galtab saya ke salah atu sudut kamar.

deluxe room eastparc
deluxe room eastparc

kamarnya bersih, parfumnya soft dan penataannya rapi.

sebelum saya berbicara lebih panjang, saya perkenalkan diri terlebih dahulu bahwa saya ini seorang Tour Leader dalam perjalanan Umrah yang setiap bulannya mengantar para jamaah umrah. bahkan dapat dikatakan 1/3 waktu dalam sebulan saya habiskan di dalam hotel. Baik di Makkah, Madinah, Jeddah atau Jakarta. Sekalipun saya dari kampung tapi masalah akomodasi seperti ini alhamdulillah saya punya banyak pengalaman. Begitupun dengan adik saya yang menempuh kuliah di Prodi Pariwisata UNS Solo, secara teori dia juga mengetahui standar perhotelan.

mari kita lanjutkan..

di dalam kamar sejatinya terdapat sebendel keterangan tentang hotel yang dapat saya baca, sayangnya waktu itu karena nyambi mengetik makalah, akhirnya saya tidak sempat membuka-bukanya. Tapi kali ini saya membuka website resmi dari eastparc hotel yang beralamtkan di http://www.eastparchotel.com saya bisa mendapatkan keterangan bahwa dalam hotel ini tersedia enam jenis kamar, mulai dari Deluxe, Premier, Junior Suite, Executive Suite, Presidential Suite hingga Eastparc Suite.

Malam itu saya memang baru merasakan kamar Deluxe, tapi bukan suatu hal mustahil kalau setelah menulis review ini saya kembali diundang untuk menjajal kamar-kamar lainnya, hehe.

Sekalipun Deluxe, tapi karena hotel ini berbintang lima tentu fasilitas yang disediakan pun memuaskan. Mulai dari LED TV sebesar 42″, 2 Buah bantal panjang yang empuk, 2 bantal kecil, stop kontak listrik standar internasional (berkaki tiga), Setrika Listrik, Balkon yang nyaman, juga Kamar mandi dengan Shower yang dilengkapi dengan Hair Dryer, Bathrobes. Untuk keamanan barang berharga, hotel ini juga menyediakan Safety Box. (tapi entah kenapa kulkas di beberapa kamar dalam keadaan terkunci).

Akses dari Jalan Raya

Yang agak menggelikan ketika itu adalah saat menjelang maghrib saya dan adik saya sudah berniat (secara sembunyi-sembunyi) ingin meninggalkan hotel untuk pergi ke XXI menonton film. sebelmunya saya bahkan sudah mengecek jadwal penayangan fil di 21cineplex.com dan juga sudah mengecek promo kartu kredit BCA. Namun sayang, begitu mobil saya melaju hingga depan Ambarukmo Plaza bapak saya menelepon dan menyuruh untuk berbalik karena setelah maghrib akan diadakan seremonial penyambutan. Dengan berat hati, saya pun akhirnya memutar bailk laju mobil untuk kembali ke hotel.

Sekalipun saat itu adalah kali pertama bagi saya mengunjungi eastparc, tapi saya tidak terlalu sulit menemukan hotel itu dari jalan raya (jalan solo). tapi tenti akan lebih komunikatif jika pihak manajemen menempelkan papan penunjuk jalan di jalan raya. karena yang saya dapatkan papan penunjuk itu berada di samping pom bensin. kurang komunikatif.

Meeting Room

meeting room kapasitas 30
meeting room kapasitas 30

Karena sejak awal hotel ini membidik meeting, incentives, conference and exhibition (MICE) tidak heran jika Hotel berbintang Lima ini menyediakan 20 Meeting room yang memiliki kapasitas dari 10 hingga 300 orang. begitu juga dengan Ballroom yang mampu menampung hingga 1200 orang. Dari 2 tower dalam hotel ini, satu tower memang dikhususkan untuk Ballroom.

Mushala juga sudah disediakan di ujung setiap lantai, hanya saja luas dari mushala masih kurang luas jika dibandingkan dengan Smoking Room. padahal hotel ini dikenal kerap menyelenggarakan acara dengan tema keagamaan, beberapa ustadz nasional pun ketika memiliki acara di jogja lebih memilih menginap disini dibanding tempat lainnya. seperti Yusuf Mansur, Felix Siauw dan lainnya. kami yang ketika itu memakai Meeting Room dengan kapasitas 30 orang saja ketika shalat harus bergantian, lantas bagaimana dengan yang memakai meeting room lebih besar? hehe. (ini penilaian fair)

Kolam Renang dan Gym

Tanpa dikenakan biaya tambahan hotel ini juga menyediakan 2 kolam renang. satu dengan kedalaman 1,2 meter dan satu lagi dengan kedalaman 0,6 meter. cukup aman untuk berenang anak-anak, sementara orang tuanya hanya tinggal mengawasi dari kursi-kursi yang berjajar di sampingnya.

peralatan Gym yang masih baru dan terawat juga dapat anda nikmati pagi dan sore hari. terdapat seorang instruktur yang dapat menemani anda ketika berolahraga. setelah selesai berolahraga dan berbilas, hotel ini juga menawarkan view menarik dari atap bangunan gym yang diberi nama Merapi View Deck.

Breakfast

menganut model eropa, hotel ini juga menyediakan hidangan sarapan kepada tamu hotel. ada restoran verandah yang memiliki menu makanan yang sangat banyak, mulai dari khas jogja seperti gudeg, nasional seperti nasi goreng, thailand, jepang dan roti-roti eropa. semua makanan yang dihidangkan dimasak secara halal dan tanpa alkohol.

di sisi luar dari verandah restaurant juga disediakan beberapa kursi dan sebuah booth. ceritanya sih tempat ini sengaja dibedakan karena tema yang diusung adalah gaya singapura. maka menu yang dihidangkan disini pun mulai dari mie bebek peking, teh tarik, nasi lemak, dimsum dan semisal.

ketika saya menjajal bebek, mas very (adik dari mas karim the director) yang ketika itu menemani saya makan bercerita kalau di booth itu juga tersedia menu nasi bukhari. pikiran saya ketika itu langsung menuju ke orang arab. kenapa? karena di jogja ini kerap diadakan kuliah umum yang diisi oleh para syaik dari timur tengah dan disponsori pondok pesantren, alangkah cocok jika tamu-tamu itu diboyong ke hotel berbintang lima ini karena mereka punya selera tinggi dalam memilih penginapan, dan ini adalah hotel berbintang lima non alkohol.

fenomena hotel non alkohol kini sedang marak, sebelumnya dubai adalah kota yang dikenal memiliki banyak hotel berbintang lima namun tidak menyediakan wine, kemudian disusul oleh cairo, dan kini ternyata di jogja juga ada hotel berbintang lima non alkohol.

kayaknya review yang saya tulis itu saja, saya nggak akan menuis tentang harga perkamar dan lainnya. tentu saja karena saya menginap tanpa harus merogoh uang saku. namun sekilas jika saya lihat di website agoda atau tripadvisor, para pengunjung mengatakan bahwa harganya cukup terjangkau.

jika anda ingin melihat testimoni dari pengunjung lainnya, silakan click link berikut

eastparc pada tripadvisor.co.id

eastparc pada Agoda.com

oiya satu lagi, akses internetnya lancar, dan kopi + creamer-nya enak

Iklan

One Reply to “Eastparc Hotel Yogyakarta: Hotel Berbintang Lima Tanpa Alkohol”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s