Distribusi Kambing Dam / Hadyu Para Jamaah Haji Indonesia


unta
yang dibahas kambing, gambarnya unta.. biarin ahh

baik, mari kita belajar berhitung..

jika jumlah jamaah #haji #indonesia tahun ini (setelah dipotong 20%) adalah 194.000 orang, dan setiap jamaah telah dianggarkan (dari indirect cost) uang sebesar SAR 475 untuk biaya penyembelihan dan hingga distribusi seekor kambing. maka total uang biaya kambing hadyu / dam ini sebesar SAR 92.150.000

jika kita asumsikan SAR 1 = IDR 3.100 maka SAR 92.150.000 = IDR 285.665.000.000 (dua ratus delapan puluh lima milyar, enam ratus enam puluh lima juta rupiah)

kita lupakan sejenak perhitungan uang di atas. sekarang kita ingin berbicara tentang kambing dan dagingnya itu…

kambing milik para jamaah telah diamanahkan penyembelihan dan distribusinya kepada IDB (Islamic Development Bank). rencananya kambing ini tetap akan disembelih di makkah (harapan saya semoga disembelih di hari tasyriq), sedangkan hasil sembelihannya akan dikapalkan kembali ke indonesia dalam bentuk daging dalam kemasan kaleng.

sudah menjadi hal biasa jika kulit, kaki, kepala dan semua jeroan daging sembelihan akan dibuang.

kita berandai-andai saja, jika setiap kambing sembelihan memiliki berat daging bersih sejumlah 15kg saja, maka kambing sejumlah 194.000 ekor ini akan menghasilkan 2.910.000 kilogram daging.

nah, kita berbicara masalah daging aja.

kemana daging sejumlah itu didistribusikan? tentu tidak akan dijual di pasar, melainkan akan dibagikan gratis, namun kemana? ini yang perlu diawasi dan diperjuangkan agar dapat didistribusikan dengan baik.

mendistribusikan lewat beberapa badan amil zakat? itu bagus.
melalui pondok pesantren? itu bagus.

namun dikhawatirkan jika daging itu akan dibawa ke ranah politik kekuasaan. siapa yang dekat dengan penguasa, dia akan mendapatkan bagiannya. pesantren mana yang mendukung pejabat kemenag, dia akan mendapatkan. huh, ini yang saya khawatirkan.

semoga para ormas dan pengurus pesantren bisa mulai menelisik arah distribusi jutaan daging ini. syukur kalau bisa menarik ke pondok-pondok pesantren, itu akan lebih baik.

silakan dishare

artikel ini disadur dari official fanspage rafiqjauhary

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s