USAMAH BIN ZAID: PANGLIMA PERANG BERUSIA 18 TAHUN


usamah bin zaid
usamah bin zaid

Menjelang wafatnya Rasulullah, kekuatan Islam sempat mendapatkan tekanan dan ancaman. Pihak musuh sengaja memanfaatkan kesempatan Rasulullah yang sedang sakit untuk membuat gejolak di perbayasan syam. Begitupun dari arah Yaman muncul Aswad Al-ansi yang mengaku sebagai Nabi.

Di tengah sakitnya Rasulullah tetap memerintahkan penyerangan ke arah perbatasan Syam. Juga mengirim surat perintah pembunuhan Nabi palsu untuk pasukan yang berada di Yaman, lebih khusus kepada Muadz bin Jabal yang ditugaskan sebagai ulama’nya.

Tidak genap 40 hari sejak mendeklarasikan sebagai Nabi, Aswad Al-ansi pun berhasil dibunuh oleh panglima perangnya yang diperlakukan kurang menyenangkan, dia bekerjasama dengan istri Aswad yang dirampas dari suaminya setelah sebelumnya dibunuh oleh Aswad.

Sementara untuk perbatasan Syam Rasulullah memerintahkan Usamah bin Zaid sebagai panglima perang, membawahi para sahabat lainnya, termasuk diantaranya Umar bin Khattab.

Namun, sebelum pasukan diberangkatkan Rasulullah terlebih dahulu wafat sehingga pemberangkatan tertunda.

Abu Bakar pun dibaiat menjadi khalifah menggantikan Rasulullah, dan dua hari setelah meninggalnya Rasulullah hal pertama yang dilakukan Abu Bakar adalah memberangkatkan pasukan ke perbatasan Syam.

Program ini pun menuai kritik dari sahabat lainnya, kondisi keamanan ummat islam di Madinah memang kurang stabil. Rawan digempur oleh pasukan kafir dari arah manapun.

Umar bin Khattab pun termasuk diantara yang banyak memberi masukan Abu Bakar untuk menunda pemberangkatan pasukan agar stabilitas keamanan Madinah lebih terjaga. Namun Abu Bakar menolaknya, mengingat pemberangkatan pasukan ini adalah wasiat Rasulullah.

Umar bin Khattab tetap berusaha memberi masukan, hingga kemudian mensarankan agar panglima perang diganti dari Usamah bin Zaid ke sahabat lainnya yang lebih berpengalaman, mengingat ketika itu Usamah bin Zaid masih berusia 18 tahun. Abu Bakar mendengar itu langsung melompat dari tempat duduknya dan menarik jenggot Umar bin Khattab, beliau mengingatkan Umar agar jangan pernah meragukan pilihan Rasul sekecil apapun (termasuk pengangkatan Usamah sebagai panglima perang).

Pasukan pun diberangkatkan dengan ummat Islam di Madinah diliputi perasaan sedikit waswas. Namun Usamah bin Zaid benar menunjukkan kehebatannya.

Ia mampu membawa pasukan dalam peperangan, meredam gejolak, menumpas para pengkhianat, menyalurkan logistik, membagi ghanimah hanya dalam waktu 40 hari. Dan ingat! Dalam peperangan itu tidak ada satupun pasukan muslim yang gugur.

Ketika menjadi panglima perang, usianya saat itu baru menginjak 18 tahun, wajar jika sebelumnya para sahabat agak meragukan kepemimpinannya. Namun ia membuktikan, dialah panglima besar di usianya yang sangat muda.

Seperti inilah sejarahnya. Peradaban Islam dibangun dan disebarkan dengan menjadikan derap kaki pemuda sebagai penopangnya. Namun sayangnya kini, generasi muda Islam berhasil dirusak. Mari kita melihat, apa yang mampu kita perbuat di usia 18 tahun? Apa yang mampu diperbuat pemuda saat ini di usianya ke-18 tahun?

@rafiqjauhary

Magelang, 2 Juli 2014

– – – – – – – –

ingin ngobrol dengan penulis? follow @rafiqjauhary / like https://www.facebook.com/rafiqjauharypage

Iklan

One Reply to “USAMAH BIN ZAID: PANGLIMA PERANG BERUSIA 18 TAHUN”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s