Nabi Palsu: Thulaihah Al-Asadi


nabi palsu
nabi palsu

                Namanya adalah Thulaihah bin Khuwailid Al-Asadi. Awalnya dia adalah seorang dukun yang kemudian masuk Islam, namun sebelum Rasulullah wafat dia justru mengaku sebagai seorang Nabi. Dia muncul di tengah Bani Asad dan tinggal di Samira’ (dekat kota Makkah). Rasulullah kemudian memerintahkan pimpinan Bani Asad bernama Dhirar untuk membunuhnya, pengikutnya pun melemah hingga ia tinggal menangkapnya saja.

Tetapi sebuah kejadian terjadi, ketika Dhirar ingin menebaskan pedangnya, pedang itu tidak mampu melukai Thulaihah hingga orang-orang mengiranya kebal, pengaruhnya yang semula meredup kemudian menjadi semakin besar. Beberapa pengikutnya dating dari kabilah Asad, Ghathafan, Thayi’, Fuzarah dan sekitarnya. Ketila Rasulullah wafat, Thulaihah masih mengembangkan ajarannya, bahkan Dhirar yang menjadi pimpinan Bani Asad pun akhirnya lari menyelamatkan diri ke Madinah.

Thulaihah mengaku bahwa Jibril telah mendatanginya dan memberinya wahyu beberapa hal, di antaranya tentang shalat yang cukup dilakukan dengan berdiri tanpa sujud. Walau demikian ia tetap mengirim surat kepada Abu Bakar untuk membebaskan kewajiban Shalat dan Zakat. Abu Bakar pun sangat murka dengan hal ini.

Abu Bakar yang telah memperkirakan bahwa Thulaihah akan menyerang kota Madinah kemudian menyusun kekuatan untuk menahan dan mengalahkan pasukan Thulaihah. Sekalipun jumlah pasukan Thulaihah lebih besar dan pasukan ummat Islam di Madinah tersisa sedikit mengingat sebagian pasukan belum kembali dari peperangan yang dipimpin Usamah bin Zaid, namun ummat Islam tidak gentar melawan pasukan Thulaihah yang lebih besar.

Untuk semakin memperkuat mental pasukan, Abu Bakar terjun langsung dalam peperangan dan memimpin pasukan di sayap kanan. Di suatu malam pasukan Thulaihah akhirnya bisa dipukul mundur, tentaranya lari tunggang-langgang begitupun dengan Thulaihah yang melarikan diri.

Abu Bakar kemudian memilih komandan terbaiknya Khalid bin Walid untuk berangkat memerangi Thulaihah yang berhasil melarikan diri. Terjadilah peperangan besar yang dikenal dengan perang Buzakhah. Pasukan Khalid dengan sangat berani memerangi pasukan Thulaihah yang komandonya diserahkan pada Uyainah bin Hishn. Sementara Uyainah sendiri berada di belakang pasukan bersembunyi di bawah tenda, mengenakan selendang di kepalanya sambil menunggu wahyu. Uyainah sebagai komandan perangnya berkali-kali menemui Thulaihah menanyakan apakah sudah ada wahyu yang diturunkan? Dan apakah tuhannya telah menurunkan bantuan dari langit sebagaimana malaikat yang diturunkan dalam perang Badar?

Karena wahyu tidak kunjung turun, Uyainah pun marah dengan Nabinya. Akhirnya Thulaihah yang terdesak pun terpaksa mengarang sebuah syair yang dikatakannya sebagai ayat tuhan. Thulaihah berkata, “Sesungguhnya engkau memiliki gilingan seperti gilingannya dan perkataan yang tidak pernah engkau lupa.”

Mendengar kejanggalan wahyu itu, Uyainah akhirnya menjawab kepada Thulaihah, “Allah tahu bahwa aka nada ucapan yang tidak akan engkau lupa.” Kemudian berkata kepada pasukannya “Mundurlah wahai Bani Fuzarah! dia seorang pendusta!.” Mereka pun menyerah pada Khalid bin Walid dan meninggalkan Thulaihah dalam keadaan terdesak.

Di balik itu ternyata Thulaihah ternyata telah merencanakan strategi melarikan diri. Ia menyediakan kuda dan unta untuk ditumpangi dirinya dan juga istrinya. Thulaihah melarikan diri ke Syam. Pada masa khalifah Umar bin Khattab, Thulaihah bertaubat dan kembali pada Islam. Ia bahkan terlibat dalam beberapa peperangan melawan Persia di bawah komando Islam.

Berikut adalah contoh kalimat yang dikatakan sebagai wahyu Tuhan oleh Thulaihah, “Demi burung dara, demi burung merpati, demi burung Shurad dan demi orang yang berpuasa. Mereka telah berpuasa sebelum kalian selama beberapa tahun. Sungguh kekuasaan kami akan mencapai Irak dan Syam.” Namun yang terjadi justru sebaliknya, karena Syam justru menjadi tempatnya bersembunyi layaknya pesakitan. Khalid bin Walid pun ketika dibacakan syair ini menjadi tertawa.

—————–

ditulis oleh @rafiqjauhary

dipersilakan untuk memperbanyak tulisan ini dengan tanpa mengubah isi dan tetap menyertakan sumber aslinya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s