Karamah Para Wali


wali Allah
wali Allah

Oleh: Rafiq Jauhary

 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,

وَمِنْ أُصُوْلِ أَهْلِ السُّنَّةِ وّالْجَمَاعَةِ التَّصْدِيْقُ بِكَرَامَاتِ الْأَوْلِيَاءِ

Dan di antara keyakinan dasar Ahlussunnah Waljama’ah adalah membenarkan karamah-karamah para wali Allah. (al-Aqidah al-Wasithiyah)

Makna Karamah

al-Karamah (bentuk jamaknya menjadi al-Karamat) adalah suatu perkara di luar kebiasaan yang Allah jalankan di tangan seorang wali untuk menguatkannya, menolongnya, meneguhkannya dalam menolong agamaNya. Adapaun perkara biasa yang dapat terjadi pada setiap orang bukanlah karamah, begitupun perkara di luar kebiasaan yang dilakukan dengan bantuan sihir bukan pula dinamakan karamah.

Makna Wali Allah

Waliyullah (bentuk jamaknya menjadi auliya-ullah) adalah hamba pilihan Allah yang beriman dan bertakwa kepadaNya, maka seorang yang dikatakan sebagai waliyullah sedangkan dirinya tidak beriman dan bertaqwa maka perkataan seperti ini tidak dapat dibenarkan. Allah berfirman:

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (62) الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ (63) لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (64)

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. (QS Yunus 62-63)

Di antara contoh karamah yang diberikan kepada para wali Allah: Maryam yang melahirkan putra, Ashabul Kahfi yang ditidurkan selama 309 tahun, Umar bin Khattab yang dapat memadamkan kebakaran dan mengalirkan air sungai Nil dengan surat yang ditulisnya.

Perbedaan Karamah dengan Mukjizat

  1. Mukjizat diberikan kepada para Nabi
  2. Karamah diberikan kepada orang mukmin dan bertakwa
  3. Mukjizat disertai dengan pengakuan kenabian
  4. Karamah tidak diikuti dengan pengakuan kenabian
  5. Karamah adalah bukti dari Mukjizat Nabi

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah melanjutkan dengan perkataannya,

وَمَا يُجْرِي اللهُ عَلَى أَيْدِيْهِمْ مِنْ خَوَارِقِ الْعَادَاتِ

Dan (membenarkan) perkara-perkara di luar kebiasaan yang Allah jalankan di tangan-tangan mereka.

Hikmah Karamah

  1. Menjelaskan kesempurnaan kekuasaan Allah.
  2. Membuktikan kedustaan orang yang mengatakan bahwa segala yang terjadi adalah kehendak alam.
  3. Menjadi bukti kebenaran risalah Nabi yang diikuti.
  4. Meneguhkan dan mengangkat derajat

 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah melanjutkan dengan perkataannya,

فِيْ أَنْوَاعِ الْعُلُوْمِ وَالْمُكَاشَفَاتِ وَأَنْوَاعِ الْقُدْرَةِ وَالتَّأْثِيْرَاتِ

Dalam beragam ilmu dan mukasyafah (penyingkapan sesuatu yang ghaib) serta bermacam kemampuan dan kedigdayaan.

Tujuan Karamah

  1. Untuk mengungkap suatu yang ghaib dan memberikan ilmu. Contoh, Abu Bakar Ash-Shiddiq diberi pengetahuan bahwa janin yang ada dalam rahim istrinya berjenis kelamin perempuan.
  2. Untuk memberikan kemampuan dan kekuatan. Contoh, Umar bin Khattab di tengah khutbahnya beliau terdiam dan tiba-tiba berteriak, “Wahai Sariah, bergeraklah ke gunung.” Ternyata beliau diperlihatkan oleh Allah bahwa komandan perangnya yang bernama Sariah bin Zanim sedang menghadapi kesulitan dalam berperang, maka Umar berteriak dari atas mimbarnya memberikan instruksi, dan atas izin Allah Sariah pun mendengarkan instruksi dari Umar.

وَالْمَأْثُوْرِ عَنْ سَلَفِ الْأُمَمِ فِي سُورَةِ الْكَهْفِ وَغَيْرِهَا وَعَنْ صَدْرِ هَذِهِ الأُمَّةِ مِنَ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَسَائِرِ قُرُوْنِ الأُمَّةِ وَهِيَ مَوْجُوْدَةٌ فِيهَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Dan yang diriwayatkan dari umat-umat terdahulu (seperti) dalam surat al-kahfi serta surat lainnya, dan dari generasi awal umat ini baik generasi sahabat maupun tabi’in, serta generasi-generasi umat lainnya. Karamah ada di umat ini hingga hari kiamat.

– – – – – – –

Disarikan dari kitab Syarh Aqidah Wasithiyah oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

Iklan

3 Replies to “Karamah Para Wali”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s