PERHATIKAN INI, JIKA ANDA SHALAT SUBUH HARI JUMAT DI MASJIDIL HARAM


128-manfaat-dan-keutamaan-shalat-dhuha-yang-perlu-diketahui

Oleh: @rafiqjauhary

Ada satu hal yang sering menjadi perbincangan jamaah haji dan jamaah umrah ketika mereka usai mengerjakan shalat subuh berjamaah di Masjidil Haram ataupun Masjid Nabawi di hari Jumat. Mereka mengira imam telah salah dalam memimpin shalat, bahkan di antara mereka ada yang mengira kalau di Tanah Suci shalat subuh dikerjakan sebanyak tiga rakaat.

Mengapa bisa demikian? Hal ini terjadi karena imam membaca surat Sajdah kemudian melanjutkannya dengan mengerjakan sujud tilawah di tengah-tengah bacaan surat, sehingga makmum yang belum pernah menjumpai sujud tilawah di tengah-tengah shalat pun mengira kalau imam telah salah dalam memimpin shalat berjamaah.

Tentang membaca surat Sajdah dalam shalat Subuh di hari Jumat, hal ini pernah dilakukan oleh Rasulullah Saw sebagaimana disampaikan oleh Abu Hurairah

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَقْرَأُ فِى الصُّبْحِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِ (الم تَنْزِيلُ) فِى الرَّكْعَةِ الأُولَى وَفِى الثَّانِيَةِ هَلْ أَتَى عَلَى الإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam biasa membaca pada shalat Shubuh di hari Jum’at “Alif Lamim Tanzil …” (surat As Sajdah) pada raka’at pertama dan “Hal ataa ‘alal insaani hiinum minad dahri lam yakun syai-am madzkura” (surat Al Insan) pada raka’at kedua.” (HR. Muslim no. 880).

Bahkan Imam Nawawi menjelaskan bahwa membaca surat Sajdah di shalat Subuh hari Jumat termasuk perbuatan yang sunnah dan di anjurkan dalam Madzhab Syafi’i.

Nah, lantas bagaimana jika kita menghadapi kondisi dimana imam membaca surat Sajdah?

  1. Sebagian besar imam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan mengumandangkan takbir untuk memberi komando sujud tilawah, begitupun ketika selesai sujud tilawah kemudian kembali berdiri.
  2. Sujud tilawah hanya dilakukan satu kali, adapun doa yang dibaca sama seperti sujud pada biasanya. Namun bisa juga dengan doa sebagaimana yang telah masyhur


    سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Sajada wajhi lilladzi khalaqahu, wa shawwarahu, wa syaqqa sam’ahu, wa basharahu. Tabarakallahu ahsanul khaliqiin.

“Wajahku bersujud kepada Penciptanya, yang Membentuknya, yang Membentuk pendengaran dan penglihatannya. Maha Suci Allah Sebaik-baik Pencipta” (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan An Nasai)

Setelah membaca tulisan ini semoga Anda tidak kaget dengan Sujud Tilawah yang dilakukan imam Masjidil Haram ataupun Masjid Nabawi, Anda juga dapat menyampaikan hal ini kepada kerabat Anda sesama jamaah haji dan umrah agar mereka mengetahui.

Namun perlu diingat, membaca surat Sajdah dalam shalat Subuh di hari Jumat bukanlah suatu hal yang wajib. Karenanya imam Masjidil Haram pun tidak melakukannya rutin setiap pekan.

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Rafiq Jauhary adalah pembimbing ibadah haji, umrah dan wisata halal. Dapatkan berbagai tips lainnya dari penulis di website http://www.rafiqjauhary.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s