MEMANFAATKAN KUOTA HAJI KOSONG


Ditulis oleh @rafiqjauhary

Lepas dari apa yang menjadi penyebab sehingga antrean haji memanjang sampai 40 tahun di salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan, memang harus diakui minat ummat Islam di Indonesia untuk beribadah haji sangatlah besar.

Tidak hanya bagi orang dewasa; anak-anak kecil pun menunjukkan antusiasnya ketika di TK atau SD diajarkan latihan manasih haji. Maka jangan heran jika mereka ditanya apa yang akan mereka lakukan jika memiliki banyak uang? Jawabannya adalah menghajikan orangtua. Fantastis bukan? Ya.

Berbekal semangat ini pula ketika informasi mengenai penambahan kuota haji diberitakan media, masyarakat akan ramai membicarakannya. Lepas berita itu masuk akal atau tidak, pasti sambutannya luar biasa.

Mulai dari yang mengatakan populasi muslim Indonesia mencapai 50% dari seluruh muslim dunia hingga rencana penambahan 100.000 kuota. Ini kan nggak masuk akal! Tapi tetap broadcast mengenai ini menjadi viral dan masuk ke seluruh group yang ada di whatsapp.

Satu hal lagi yang menambah riuh pemberitaan haji adalah permohonan presiden Indonesia kepada presiden Filipina untuk memanfaatkan kuota haji mereka yang nganggur.

Berita ini seolah menjadi penting banget, padahal menurut perkiraan saya setiap tahun jumlah kuota haji yang nganggur di Indonesia jumlahnya tidak kalah dengan jumlah kuota nganggur di Filipina.

Maka, jika benar memang presiden serius akan berburu kuota kosong, saya punya usul agar presiden menemui Raja Salman agar diperbolehkan memakai kuota haji nganggur yang seharusnya diberikan ke Iran. Jangan kaget, jumlahnya hampir setengah dari kuota haji Indonesia.

Jika benar bisa seperti itu, pasti akan menjadi kabar gembira. Karena pertama, pintu bagi penganut sekte sesat Syiah Iran untuk beribadah haji ke Makkah menjadi tertutup dikarenakan jatah kuota yang mereka sia-siakan dialihkan ke Indonesia; kedua, menjadi jawaban memalukan bagi Iran yang sebelumnya mengajak seluruh negara di dunia untuk mengutuk Arab Saudi karena tidak menjamin keselamatan jamaah haji dengan cara menunjukkan bahwa Indonesia sangat percaya dengan keamanan jamaah pada penyelenggaraan haji yang dilakukan kerajaan Arab Saudi.

Yaah, tapi ini hanya usulan anak muda yang usianya bahkan belum dapat diakui sebagai pembimbing haji di Indonesia sebagaimana peraturan pak Menteri.

🌐 Silakan artikel ini untuk dibagikan

– – – – – – –

@rafiqjauhary adalah penulis buku dan pembimbing ibadah haji dan umrah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s