OLEH-OLEH DARI BRUNEI


Setelah mengantar jamaah Taqwa Tours berkeliling ke berbagai pameran di sekitar masjid Nabawi, tiba-tiba di lobby hotel saya dihentikan oleh seorang pembimbing umrah dari Brunei. Rupanya beliau menawarkan makanan oleh-oleh khas dari Brunei.

Makanan yang dibungkus dengan daun ini katanya dapat bertahan lebih dari satu pekan. Saya mengira daun pembungkusnya adalah daun andong yang biasa di daerah saya kerap digunakan untuk membungkus tempe.

Satu makanan berukuran kecil dengan daun hijau tua ini namanya Wajid. Isinya seperti Jenang kudus namun teksturnya tidak kenyal. Rasa manisnya saya kira berasal dari gula aren.

Kemudian makanan satu lagi dengan kemasan lebih besar adalah pulut, semoga saya tidak salah dengar karena di daerah saya pulut adalah getah pohon nangka yang sangat lengket.

Makanan pulut ini isinya adalah nasi ketan persis seperti lemper, namun tidak ada lauk sebagai isi didalamnya. Rasanya gurih dan teksturnya lebih keras.

Idak ingin bersama-sama, saya hanya mencoba masing-masing satu buah dari makanan itu kemudian kembali ke kamar.

Yaaa… Enak sih, tapi saya masih lebih seneng lemper. (rafiqjauhary)

*penulis adalah pembimbing ibadah haji dan umrah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s