Benarkah Islam Memiliki Tiga Tanah Suci?


(Koreksi dari buku Amalan di Tanah Suci)

Pada paragraf pertama di halaman ke-11 dari buku Amalan di Tanah Suci, penulis menjelaskan “Terdapat tiga Tanah Suci yang dikenalkan dalam Islam, yakni Makkah, Madinah dan Palestina …”

Karenanya dalam artikel ini penulis akan merevisi dan memberikan penjelasan atas hal tersebut.

  1. Masjidil Aqsa di Palestina adalah salah satu tempat yang dimuliakan dalam Islam dengan beberapa keutamaannya, seperti:
  • Disyariatkan untuk dikunjungi

لاَ تَشُدُّوا الرِّحَالَ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِى هَذَا وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَالْمَسْجِدِ الأَقْصَى

“Janganlah kalian bersusah-payah melakukan perjalanan kecuali ke tiga masjid; Masjidku ini (Masjid Nabawi), Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa.” (HR Muslim 3325)

  • Menjadi tujuan Isra’-nya Rasulullah sebelum Mi’raj

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى

“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa …” (QS al-Isra: 1)

  • Menjadi kiblat shalat sebelum berpindah ke Masjidil Haram

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ

“Sungguh kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Maka palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram (dari sebelumnya menghadap Masjdil Aqsa).” (QS al-Baqarah 144)

  • Masih banyak keutamaan lainnya, seperti tempat tinggal Nabi Ibrahim dll.

 

  1. Masjidil Aqsa walaupun memiliki banyak keutamaan namun belum memiliki dasar yang kuat untuk digolongkan sebagai Tanah Suci dengan kekhususan hukum-hukumnya, maka menetapkan Masjidi Aqsa sebagai Tanah Suci adalah perkara bid’ah yang telah menyebar di masyarakat. Penulis memohon ampunan dari Allah dari kesalahan ini dan menghimbau agar para pembaca untuk meninggalkan hal ini.

 

  1. Jumhur ulama hanya meyakini bahwa dalam Islam hanya terdapat dua Tanah Suci, Makkah dan Madinah. Sebagaimana Hadits Rasulullah

أَنَّ إِبْرَاهِيمَ حَرَّمَ مَكَّةَ وَدَعَا لَهَا وَحَرَّمْتُ الْمَدِينَةَ كَمَا حَرَّمَ إِبْرَاهِيمُ مَكَّةَ

“Sesungguhnya Nabi Ibrahim telah menetapkan Makkah sebagai Tanah Suci dan mendoakan penduduknya, dan aku pun telah menetapkan Madinah sebagai Tanah Suci seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim terhadap Makkah …” (HR Bukhari dan Muslim).

Selain itu beberapa pendapat dalam Syafi’iyah menetapkan satu Tanah Suci tambahan, tetapi daerah itu bukanlah Masjidil Aqsa melainkan Lembah Wuj yang terletak di daerah Thaif karena memang tempat ini disebutkan dalam hadits yang lain.

Akan tetapi para ulama dari tiga madzhab yang lain tidak menerimanya mengingat hadits tersebut belum tergolong sebagai Hadits yang shahih.

 

Oleh karenanya sekali lagi saya sebagai penulis memohon ampun kepada Allah dari kesalahan ini dan melalaui tulisan ini saya pun melakukan revisi.

 

Rafiq Jauhary

penulis buku ‘Amalan di Tanah Suci’

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s