MENGENAL FIRDAUS FATIMAH ZAHRA


Sudah lama saya mendengar Firdaus Fatimah Zahra sebagai tempat terpadu untuk manasik Haji dan Umrah, memadukan antara ruang bimbingan Teori dan Praktik.

Di Tempat ini terdapat aula manasik yang dapat menampung ratusan orang, juga berbagai replika tempat-tempat yang berkaitan tentang prosesi ibadah haji dan umrah.

Sayangnya ketika berkunjung, saya tidak bisa masuk ke aula, maka saya tidak bisa banyak membahas tentang ruang manasik ini. Namun demikian dari berbagai sumber di Internet saya mendapatkan banyak foto tentang aula besar nan mewah layaknya ballroom hotel berbintang ini.

First Impression
Awal mengetahui tempat ini, saya sangat takjub dengan keseriusan owner dalam mewujudkan komplek manasik terpadu ini.

Sebagai seorang yang serius terjun dan mempelajari tentang bimbingan haji umrah, ketika melihat tempat ini maka dalam hati saya langsung berkata, “inilah yang saya impikan sejak dahulu.”

Tapi apakah benar ini sesuai yang saya impikan? Mari kita bahas.

Kelengkapan Sarana Pembelajaran Praktik
Secara umum apa yang diperlukan jamaah dalam perjalanan ibadah umrah telah ada dalam komplek ini. Sekali lagi saya sangat takjub dengan keseriusan pengelola dalam menyajikan segala kelengkapan ini. Mulai dari,

– Gedung Bandara
Gedung ini lengkap digambarkan bagaimana proses perjalanan jamaah mulai dari kedatangan di bandara, proses imigrasi dengan paspor tiruan, pengambilan bagasi, gambaran mushala, foodcourt, toilet hingga kursi tunggu. Semua ini disajikan dalam gedung khusus yang desain dan tata ruangnya mendekati riil di Bandara King Abdul Aziz – Terminal Haji Jeddah.

Di Bandara ini para pengunjung bisa mempelajari bagaimana kedatangan di bandara dengan segala prosesnya. Para pengunjung pun bisa merasakan suasana bandara dalam gebungbyang didesain cukup menarik.

– Gedung perkotaan
Lepas dari bandara, para pengunjung seolah diajak berjalan menuju ke Masjidil Haram melalui jalanan kota dengan gedung perkotaan layaknya hotel yang berjajar rapat.

– Masjidil Haram
Begitu tiba di Masjidil Haram para pengunjung akan menjumpai bangunan dengan eksteriornya yang digambarkan mirip dengan pintu besar King Abdul Aziz namun tanpa menara. Tugu jam di depan pintu,kemudian di interiornya terdapat miniatur Ka’bah, Hijr Ismail, Maqam Ibrahim yang mendekati asli. Bahkan tembok yang mengelilinginya pun dihias menyerupai arsitektur Turki Utsmani.

Pada Masjidil Haram juga terdapat mas’a (tempat sa’i) dengan desain pagar pembatas juga tembok menyerupai riil. Wilayah Bukit Shafa dan Marwah dibuat agak meninggi, dan perut lembahnya pun diberi tanda lampu berwarna hijau.

– Masjid Nabawi
Wilayah Masjid Nabawi letaknya ada di sisi dekat bukit Shafa. Baik desain eksterior maupun interior bangunan ini benar menyerupai bangunan asli. Agar lebih terkesan luas, sisi tembok bagian dalam pun diberi cermin. Karpet masjid berwarna merah dan wilayah Raudhah dibedakan dengan karpet hijau. Mimbar, mihrab, tiang, hingga desain langit-langit masjid benar-benar detail dan mirip dengan aslinya.

– Armina
Di balik Masjid Nabawi terdapat tanah lapang dengan tenda kerucut warna putih yang dibagi menjadi wilayah Arafah, Muzdalifah dan Mina. Pada wilayah Arafah pengelola menambahkan Bukit kecil seolah sebagai Jabal Rahmah, dan pada Mina diberikan tiga tugu sebagai jamarat.

Dari perlengkapan ini semua para pengunjung dapat mengetahui berbagai hal tentang perjalanan ibadah haji dan umrah.

Pengelola cukup jeli dalam2 memberikan

Biaya Masuk
Setiap pengunjung dengan usia lebih dari 2 tahun dikenai biaya Rp. 40.000 yang dibayarkan di gerbang masuk dan diterima oleh security.

Untuk sebuah tempat wisata biaya ini cukup mahal, mengingat banyak tempat wisata lain dengan berbagai wahana dan komplek luas dipatok harga lebih murah. Sebut saja seperti Taman Kyai Langgeng di Magelang, Jurug di Solo atau lainnya.

Namun ketika dilihat sebagai tempat manasik yang memberikan berbagai sarana pendidikan, maka uang Rp. 40.000 ini tidak bisa dibilang mahal. Karena yang didapat para pengunjung pun lebih mahal dari itu semua.

Rafiq Jauhary

Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah

_______________

Rafiq Jauhary menuliskan masukan konkrit kepada pengelola agar Firdaus Fatimah Zahra menjadi tempat manasik yang lebih berkelas. Simak ulasannya pada artikel berikutnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s