MENGEMBANGKAN FIRDAUS FATIMAH ZAHRA


Pada artikel sebelumnya saya telah menguasai berbagai fasilitas dan kelengkapan bimbingan yang terdapat di dalam komplek Firdaus Fatimah Zahra di Semarang.

Saat mengunjungi komplek ini (kamis, 5 April 2018) melalui obrolan singkat dengan penjaga pintu imigrasi saya mendapatkan keterangan bahwa komplek bimbingan manasik ini sejatinya belum diresmikan, namun karena banyaknya permintaan akhirnya pengelola pun membuka lebih awal.

Melalui tulisan ini saya berharap pengelola dapat membaca dan menyempurnakan beberapa hal yang perlu disempurnakan.

1. Firdaus Fatimah Zahra dengan kompleknya yang luas dan kelengkapan sarana yang baik sayang sekali tidak didukung dengan informasi yang memadai. Maka sudah seharusnya pengelola membuatkan sebuah website atau video profil untuk diupload di sosial media.

2. Pengunjung yang tiba di gedung ini pun tidak menjumpai papan informasi yang memadai. Bahkan sebatas tulisan ‘Masuk’ ‘Keluar’ apalagi sampai denah komplek, papan informasi setiap alat peraga dan lainnya.

3. Seharusnya komplek seluas ini bukan sebatas menyediakan tempat berlatih manasik haji umrah, melainkan lebih dari itu menjadi sebuah tempat pendidikan yang menyediakan banyak infografis seputar ibadah haji dan umrah, juga didukung dengan visualisasi video atau alat lainnya.

4. Agar lebih bermanfaat, komplek seluas ini seharusnya dapat dibangun untuk tempat kaderisasi Muthawif, Pembimbing atau Tenaga travel lainnya. Baik melalui Kuliah pendek satu atau dua tahun. Bisa juga dengan membuat pelatihan dalam hitungan satu hingga dua pekan.

5. Tidak setiap pengunjung terutama yang datang dari sekolah memiliki guru yang mampu mengajarkan seputar ritual ibadah haji dan umrah. Maka seharusnya pengelola menyediakan guide atau minimal video panduan yang lengkap.

6. ‎Dari sisi bangunan memang komplek ini cukup megah, namun sayangnya pembangunan gedung ini tanpa perancangan yang matang sehingga banyak alurnya yang kurang sesuai dengan prosesi haji umrah,

seperti Alur di bandara yang seharusnya selesai dari imigrasi, cek stempel visa, baru kemudian mengambil bagasi. Tapi di FFH justru selesai imigrasi langsung mengambil bagasi baru setelah itu cek stempel visa.

7. Membuat replica Masjidil Haram dan Masjid Nabawi memang sulit terutama berkaitan dengan pembangunannya yang terus berlanjut. Maka ketika di FFH didapati tugu jam di depan Pintu King Abdul Aziz, sementara di Makkah justru tugu jam ini sudah dihancurkan.

8. Keracunan lain yang cukup fatal adalah bangunan Ka’bah dan tempat Sa’i sangat berbeda letaknya dengan yang ada di Masjidil Haram. Baik dari sisi sudut kemiringan hingga jarak kedua bukit dengan Ka’bah.

9. Ketika melihat ke wilayah Armina, daerah ini juga tampak banyak kejanggalan.
a. Denah Arafah yang seharusnya paling jauh dari Masjidil Haram justru terbalik menjadi yang paling dekat, begitupun dengan Muzdalifah dan Mina.
b. Dengan penetapan lokasi yang kurang tepat ini mengakibatkan ritual melempar jamrah menjadi sulit untuk dilakukan. Karena sesuai dengan contoh Rasulullah, ketika melempar jamrah posisi Ka’bah ada di sisi kiri orang yang melempar.

10. Kesalahan fatal yang (maaf) sangat memalukan ada pada berbagai tulisan Arab mulai dari pintu masuk Masjidil Haram hingga papan maktab yang ada di Armina. Begitupun pada buku paspor yang dibagikan terdapat kesalahan pada ejaan Indonesianya.

Sekilas, sepuluh hal inilah yang hendaknya diperbaiki pengelola Firdaus Fatimah Zahra. Semoga melalui tulisan ini para jamaah mendapatkan banyak ilmu baik yang bersifat teoritis maupun praktis.

Karena harus menggendong anak dan membawa keluarga untuk berkunjung di Firdaus Fatimah Zahra saya tidak bisa melihat berbagai hal di komplek bimbingan manasik ini secara detail. Namun jika pengelola ingin melakukan perbaikan lebih detail dan menyeluruh, saya bersedia untuk membantu.

Rafiq Jauhary
Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah bersertifikat resmi Kementerian Agama
rafiq.jauhary@gmail.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s