JUSTRU JANGAN TERLALU SERING MANDI KETIKA HAJI


Jamaah Haji KBIH Uswatun Hasanah Kota Magelang

(bagian 25)

Cuaca panas diprediksi masih terus akan ditemui para jamaah hingga penyelenggaraan haji beberapa tahun ke depan.

Hal ini dikarenakan musim panas di Arab Saudi berlangsung pada bulan Juni hingga Agustus di setiap tahunnya, sementara awal keberangkatan jamaah haji reguler kloter pertama dimulai pada pertengahan bulan Juli 2018 dan wukuf di Arafah sebagai puncak ritual haji akan dilakukan pada 20 Agustus 2018.

Dari Rencana Perjalanan Haji (RPH) tersebut diperkirakan para jamaah akan melewati musim panas yang suhu udaranya bisa mencapai 55°C atau bahkan lebih.

Di cuaca sepanas itu tentulah mandi menjadi kegiatan yang paling menyenangkan. Kulit tubuh yang kering dan panas diterpa terik matahari akan dingin dengan guyuran air segar.

Sayangnya yang jarang diperhatikan jamaah haji, kelembaban udara di Arab Saudi yang relatif lebih rendah dibanding Indonesia menyebabkan keringat tidak mudah keluar, atau mungkin keluar namun menguap dengan cepatnya. Padahal kelenturan dan kesehatan kulit sangat dipengaruhi dengan tingkat kelembaban dan lapisan minyak di permukaannya.

Bayangkan saja, keringnya kulit yang terus dihantam dengan udara panas dan kelembaban rendah, sementara produksi minyak yang melapisi kulit terhambat dengan keringat yang tak tak kunjung datang akan semakin diperparah dengan guyuran air mandi dan sabun yang semakin menjadikan kulit bersih dari lapisan minyak.

Dengan demikian, apa yang akan terjadi? Kulit yang kering akan mulai tampak pecah-pecah terutama di sekitar tumit dan bibir, begitupun bagian paha dan sekitar pergelangan kaki yang sering dibasuh air wudhu pun terasa gatal.

Lalu bagaimana mengantisipasinya?

Tidak sulit, untuk bagian bibir Anda bisa menggunakan lip gloss/lip balm, sementara untuk tumit dan bagian tubuh lain dapat menggunakan lotion.

Namun salah satu cara tradisional yang bisa dicoba adalah memakai minyak zaitun. Selain murah, minyak zaitun cukup ampuh dan aman digunakan untuk bibir dan anggota badan yang lain.

Namun jika Anda sudah terlanjur merasakan gatal, kebanyakan jamaah haji Indonesia mengira bahwa gatal itu disebabkan karena kurang bersih ketika mandi, sehingga mereka pun akan menambah kuantitas mandinya dan menggosok bagian yang gatal tersebut dengan sabun semakin banyak.

Padahal kasus gatal justru terjadi kebanyakan karena kulit yang kering, dan penanganannya pun mudah. Cukup tahan diri untuk tidak mandi satu atau dua hari, dan bagian yang gatal berikan sedikit minyak zaitun. Dengan demikian rasa gatal akan berangsur hilang.

Tak perlu khawatir badan kotor jika tidak mandi seharian, karena aktivitas para jamaah sejatinya tidaklah berat. Hanya berkisar antara hotel, masjid dan Mall. Bahkan kalau Anda perhatikan, orang Arab dan penduduk sekitar pun biasa mandi 2 atau 3 hari sekali.

Maka yang perlu diperhatikan, semakin sering Anda mandi, dimungkinkan semakin hilang lapisan minyak di permukaan kulit. Dengannya kulit akan terasa kering, mudah pecah dan gatal. Untuk alasan kenyamanan, setidaknya Anda bisa mandi sehari sekali di Tanah Suci.

Rafiq Jauhary
Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah

Informasi Haji 2018
https://goo.gl/LY4UjA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s