BIJAK MENGGUNAKAN KAMERA SAAT HAJI


(bagian 26)

Pernah kan mendengar cerita jamaah haji zaman dahulu yang kameranya dibuka kemudian filmnya diambil atau bahkan disita oleh petugas karena mengambil foto di sekitar Masjidil Haram?

Walaupun kasus ini sudah jarang terjadi, namun hendaknya kita lebih bijak dalam menggunakan kamera saat berhaji. Sebagai tamu di negeri orang, bukan sebatas kebudayaan yang hendaknya kita hormati, melainkan juga pandangan keagamaannya.

Sebenarnya pangkal dari masalah kamera bukan sebatas masalah privacy, namun sudut pandang keagamaan. Sebagian besar ulama di Arab Saudi masih menganggap foto adalah suatu yang terlarang dan dihukumi sama layaknya hukum terhadap menggambar makhluk hidup dan membuat patung.

Ketika saat ini beberapa ulama di Arab Saudi ada yang memperbolehkan foto, namun demikian mereka tidak menggunakan kamera untuk segala aktifitas.

Lantas, apa yang harus kita perhatikan berkaitan tentang menggunakan kamera saat haji?

1. Boleh mengambil gambar di dalam Masjidil Haram namun tidak menggunakan kamera besar seukuran DSLR. Namun kamera handphone, pocket, dan mirrorless masih dimaklumi.

2. Sekalipun menggunakan kamera pocket atau mirrorless, hindari penggunaan tas kamera yang terlalu mencolok. Lebih baik agar kamera dimasukkan dalam tas paspor haji.

3. Perempuan akan lebih ketat pemeriksaannya di pintu-pintu masjid dibanding laki-laki. Terkadang penjaga jamaah perempuan masih melarang penggunaan kamera pocket atau mirrorless. Jadi lebih aman ketika melewati pemeriksaan di pintu masjid, kamera disimpan dalam tas milik suami.

4. Pemeriksaan kamera di pintu-pintu masjid tidak akan sampai menyita apalagi merusak kamera. Para petugas hanya mengingatkan agar kamera jamaah ditinggal di kamar atau di safe deposit box.

5. Penggunaan kamera di dalam barisan shaf perempuan harus lebih berhati-hati. Karena banyak jamaah perempuan yang sedang membuka cadar mereka tidak berkenan untuk difoto.

6. Sebelum mengambil foto anak-anak, mintalah izin terlebih dahulu pada orang tuanya.

7. Beberapa perkantoran, aktifitas petugas, kegiatan taklim juga hendaknya tidak sembarang difoto. Kita harus lebih berhati-hati.

8. Matikan flash kamera ketika kita ingin mengambil gambar dalam Masjidil Haram atau Masjid Nabawi, hal ini agar tidak menarik perhatian petugas dan tidak mengganggu jamaah lain yang sedang beribadah.

Demikian sedikit tips menggunakan kamera saat berhaji, semoga bermanfaat.

Rafiq Jauhary
Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah

Informasi Haji 2018
https://goo.gl/LY4UjA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s