ETIKA MENGAMBIL KONTEN DIGITAL


Saya tidak mempermasalahkan jika konten pribadi di website atau di medsos kemudian diambil dan digunakan oleh orang lain.

Banyak di antara teman-teman yang meminta izin, ada juga yang mengambil secara langsung. Tapi tidak masalah, konten pribadi yang saya kirim di website dan sosial media memang untuk disebarkan seluas mungkin untuk tujuan amal shalih, berbagi pengetahuan.

Tapi masak konten kreatif saya untuk keberlangsungan perusahaan juga mau diambil sih? Apalagi diambil untuk digunakan di perusahaan lain, nggak etis ah.

Sudah seharusnya perusahaan zaman now memiliki tim kreatif handal. Yang bisa merancang produk terbaik, membuat kampanye unik, termasuk juga membuat konten yang cerdas.

Kejadian plagiasi konten perusahaan ini membuat saya menjadi teringat beberapa tahun lalu ketika menjumpai ada sebuah buku yang mengambil konten buku saya sampai sebanyak 11 halaman. Tim redaksi pun akhirnya meminta maaf.

Rafiq Jauhary
Pembimbing Umrah Taqwa Tours

One Reply to “ETIKA MENGAMBIL KONTEN DIGITAL”

  1. Terima kasih Pak telah menambah wawasan saya, semoga bapak sehat dan bahagia selalu, dimudahkan rezekinya, dan selalu dalam lindungan Allah SWT bersama keluarga… aamiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s