JANGAN TERGESA MENYELESAIKAN UMRAH


Karena capek, tidak sedikit dari Tour Leader dan Tour Guide pada sebuah Travel ingin segera menyelesaikan umrahnya. Mereka mempercepat langkah ketika Thawaf, dan ketika prosesi Sa’i pun mereka berjalan cepat tanpa berhenti untuk berdoa di bukit Shafa maupun bukit Marwah.

Selain para jamaah berusia lanjut tidak bisa mengimbangi langkah, tergesa menyelesaikan umrah juga perbuatan yang sangat disayangkan karena akan melewatkan banyak keutamaan dalam umrah.

Beberapa saat lalu masalah ini pun pernah kami bincangkan dengan para pembimbing di Jawa Tengah, mereka pun sering menjumpai hal semacam ini terutama pada Group dimana para jamaah tidak didampingi pembimbing. Sehingga secara praktis mereka hanya didampingi Tour Guide dan Tour Leader freelance.

Coba perhatikan, dengan tergesa menyelesaikan umrah para jamaah tidak akan banyak mendapat keutamaan berdoa dan memohon kepada Allah. Padahal Rasulullah bersabda,

الغازي في سبيل الله والحاج والمعتمر وفد الله دعاهم فأجابوه ، وسألوه فأعطاهم. (رواه ابن ماجه)
“orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji, dan orang yang berumrah, mereka adalah tamunya Allah. Ketika mereka berdoa kepada Allah, maka akan diijabahi, dan ketika mereka memohon kepada Allah, maka akan diberikan” (HR Ibnu Majah)

Terlebih ketika mereka tergesa sehingga melewatkan kesempatan berdoa di bukit Shafa dan Marwah. Imam an-Nawawi ketika menjelaskan sebuah hadits tentang takbir dan doa Rasulullah di bukit Shafa dan Marwah, beliau menjelaskan

“dan di antara bagian manasik yang disebutkan dalam hadits tersebut adalah disunnahkan untuk berhenti di bukit Shafa dengan menghadap Ka’bah, kemudian berdoa berdzikir kepada Allah dengan dzikir yang telah dicontohkan, dan berdoa. Kemudian mengulang dzikir dan doa tersebut sebanyak tiga kali. Inilah pendapat yang masyhur di antara kami”

Tergesa dalam berjalan ketika Thawaf dan Sa’i juga membuat para jamaah kehilangan ruh dalam beribadah. Padahal setiap langkah yang mereka lalui ada dosa yang dihapus dan derajat yang ditinggikan. Sebagaimana sabda Rasulullah

مَنْ تَطَهَّرَ فِى بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِىَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu dia berjalan menuju salah satu dari rumah Allah (yaitu masjid) untuk menunaikan kewajiban yang telah Allah wajibkan, maka salah satu langkah kakinya akan menghapuskan dosa dan langkah kaki lainnya akan meninggikan derajatnya.” (HR. Muslim)

Kalau sudah mengetahui berbagai hal ini, masih kah kita tergesa ingin segera menyelesaikan umrah? Ingin segera kembali ke hotel untuk beristirahat?

Mari dampingi proses ibadah jamaah kita dengan penuh tanggungjawab, semoga setiap ibadah yang mereka lakukan akan membawa pahala bagi kita sebagai pembimbingnya. Amiin.

Rafiq Jauhary
Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s