Mengapa Tidak Tertarik Menulis Buku Lagi


Menulis sudah terlanjur menjadi kesenangan saya. Melalui menulis saya terpancing untuk terus belajar dan melalui menulis juga saya merasa bermanfaat karena karya-karya saya dapat bermanfaat bagi orang.

Jadi, tidak mungkin saya berhenti menulis.

Sebenarnya saya tidak terlalu peduli berapa hasil materi yang saya dapatkan dari menulis. Baik dari karya buku, apalagi dari tulisan bebas di berbagai artikel. Mendapatkan kirimkan email ucapan terima kasih karena karya saya bermanfaat bagi orang saja saya sudah seneng banget.

Alhamdulillah Allah membuka kan rizki untuk saya melalui pintu lain di luar dunia kepenulisan.

Memang, saya mengakui ada kebanggaan tersendiri ketika dapat merampungkan sebuah buku. Bukan karena bayangan berapa royalti yang akan saya terima jika naskah saya telah diterima oleh sebuah penerbit, percaya deh buku-buku non-fiksi dengan tema yang sangat spesifik seperti yang saya tulis ini tidak akan meledak di pasar. Saya pun terlalu gengsi untuk mengikuti tren penulisan buku sesuai dengan permintaan pasar, karena bagi saya menulis tidak lebih dari sekedar berbagi ilmu.

Saya mulai mundur menulis buku karena trend membaca buku kian lama, kian menurun. Masyarakat males menginvestasikan sedikit hartanya sekedar untuk membeli buku, padahal harga buku kan hanya senilai satu atau dua porsi makan di restoran.

Masyarakat maunya yang simpel, jika ingin tahu suatu hal, mereka cukup mencari tahu di google, membaca artikel di website, atau malah ada yang mencukupkan diri dengan membaca tulisan anonim di Group Whatsapp.

Saya jadi merasa, kenapa saya harus membuang waktu berbulan-bulan untuk merampungkan sebuah naskah jika setelah buku tersebut jadi hanya ratusan atau beberapa ribu orang yang membaca. Padahal jika pengetahuan itu saya bagikan melalui Group Whatsapp dan website pribadi saya, pembacanya akan jauh lebih banyak.

Jika setelah buku yang saya tulis selesai diterbitkan tidak diperbolehkan ada yang mengopi atau memplagiasi, karena akan mengganggu bisnis si penerbit. Pada artikel lepas saya sangat terbuka jika ada yang mau menyebarkan dan tidak terlalu kecewa jika ada yang menyebarkan ulang untuk kepentingan pribadinya.

Jika setelah tulisan ini saya tulis masih ada buku yang saya terbitkan, pastilah buku itu berisi kumpulan dari artikel lepas saya yang telah saya pilih dan sedikit kembangkan. Bukan sebuah project khusus yang ditulis hanya untuk keperluan buku.

Ditulis pada 2 syawal 1440 H sambil momong anak di rumah mertua di Manahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s