MENITIPKAN SALAM UNTUK RASULULLAH, BOLEHKAH?


Menjadi sebuah kebiasaan baru di masyarakat ketika menjumpai saudaranya menunaikan ibadah haji autupun umrah yakni menitipkan salam untuk Rasulullah manakala ia berkunjung ke Madinah. Bagaimana menyikapi hal ini?

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إن لله ملائكة سياحين في الأرض يبلغوني من أمتي السلام
Sesungguhnya Allah memiliki beberapa malaikat yang mengitari bumi, mereka menyampaikan kepadaku ucapan salam dari ummatku. (HR an-Nasai)

Dengan demikian menitipkan salam untuk Rasulullah kepada jamaah haji dan umrah tidaklah perlu, karena Allah telah memudahkan pelaksanaan amalan ini dengan mengutus para malaikat yang menyampaikannya langsung kepada Rasulullah dengan cara terbaik.

Para ulama telah melakukan riset mendalam dan tidak mendapati contoh dari sahabat Nabi maupun dari para tabi’in yang menitipkan salam untuk Rasulullah.

Ucapan shalawat dan salam kepada Rasulullah cukup di ucapkan sendiri (tanpa dititipkan) dari rumah atau dimanapun posisi kita, bahkan hal ini termasuk di antara hal yang disunnahkan oleh Rasulullah sebagaimana sabda beliau,

لا تجعلوا بيوتكم قبوراً ، ولا تجعلوا قبري عيداً ، وصلُّوا عليَّ فإن صلاتكم تبلغني حيث كنتم
Jangan jadikan rumah-rumah kalian layaknya kuburan, jangan pula jadikan kuburanku layaknya tempat hari raya, dan sampaikan shalawat untukku karena shalawat kalian akan sampai padaku dimanapun kalian berada. (HR Abu Daud)

Lalu bagaimana ucapan shalawat dan salam kepada Rasulullah?

Tidak ada ketentuan khusus kalimat shalawat dan salam kepada Nabi, namun bacaan shalawat terbaik adalah yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah

اللهمَّ صلِّ على محمَّد وعلى آل محمَّد، كما صليتَ على إبراهيم وعلى آل إبراهيم؛ إنَّك حميدٌ مجيد. اللهمَّ بارِك على محمَّد وعلى آل محمَّد، كما باركتَ على إبراهيم وعلى آل إبراهيم؛ إنَّك حميدٌ مجيد

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad, kama shallaita ‘ala ibrahima wa ‘ala ali ibrahim, innaka hamidum majid. Allahumma barik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad, kama barakta ‘ala ibrahima wa ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidum majid. (HR Bukhari dan Muslim).

Rafiq Jauhary
Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah

Gabung Group Whatsapp Bekal Haji 2
bit.ly/bekalhaji2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s