MENGEJAR SHALAT 40 WAKTU


Tips Haji Reguler Gelombang Satu

(bagian 4)

Salah satu alasan mengapa jamaah haji reguler selalu tinggal di Madinah selama delapan hari adalah untuk mendapatkan keutamaan shalat 40 waktu. Tapi, apa itu shalat 40 waktu?

Shalat 40 waktu atau juga dikenal dengan shalat arbain adalah sebuah amalan dimana seorang jamaah haji menjalankan shalat 5 waktu selama 8 hari dengan berjamaah di Masjid Nabawi tanpa tertinggal takbiratul ihram-nya imam dan pelaksanaannya tidak boleh bolong satu waktu pun.

Banyak orang meyakini ketika hal ini diamalkan maka mereka akan terbebas dari neraka, terhindar dari adzab, dan selamat dari kemunafikan selamanya. Benarkah?

Keyakinan ini sebenarnya berasal dari sebuah hadits sebagaimana diriwayatkan oleh imam Ahmad dan imam Thabrani.

Sekalipun beberapa ulama ahli hadits mengatakan bahwa hadits ini derajatnya lemah, sehingga tidak bisa dijadikan sebagai sandaran hukum. Sayangnya amalan ini sudah terlanjur masyhur.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan shalat berjamaah sepanjang 40 waktu. Bahkan jika bisa menambah sebanyak 45 atau malah 50 waktu, tentu itu lebih baik.

Permasalahannya adalah,

1. Iming-iming keutamaan agar terhindar dari neraka, adzab dan kemunafikan. Hal ini perlu ditelaah lebih lanjut.

2. Jangan sampai keyakinan tentang shalat 40 waktu di Madinah ini sampai mengubah seolah hal ini lebih baik dari Shalat di Makkah.

3. Banyak jamaah yang sejatinya memiliki kesempatan shalat di Masjid Nabawi lebih dari 40 waktu, tapi karena sejak awal hanya ingin shalat 40 waktu saja, maka mereka pun sengaja meninggalkan kesempatan shalat di waktu selanjutnya.

4. Banyak juga jamaah yang kondisi fisiknya kurang fit sehingga memerlukan istirahat. Tapi karena saking inginnya mengejar shalat 40 waktu, mereka pun mengabaikan kondisi fisiknya sampai akhirnya jatuh sakit bahkan sebelum sampai ke kota Makkah.

Kesimpulannya,

1. Shalat 40 waktu ini secara dasar hukumnya kurang kuat, namun boleh untuk dilakukan tanpa harus mengejar keutamaan tertentu.

2. Jika ada kesempatan lebih dari 40 waktu, maka lakukanlah. Karena beberapa ulama yang meyakini hadits tersebut pun mengatakan bahwa di antara tujuan dari amalan ini agar para jamaah terbiasa melakukan shalat berjamaah berapapun jumlahnya.

3. Jangan terlalu memaksakan diri mengejar shalat 40 waktu ketika kondisi fisik tidak memungkinkan.

4. Jangan terlalu sedih jika tidak berhasil mengejar shalat 40 waktu karena sakit atau terhalang haid, jangan juga terlalu berbangga dengan capaian shalat 40 hari sehingga mengecilkan amal ibadah lainnya.

Rafiq Jauhary

Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s